
Gubernur akui Sulteng alami tekanan fiskal

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mengakui adanya tekanan fiskal di Sulteng, sejak tahun 2025 hingga 2026.
"Penurunan dipicu melemahnya aktivitas administrasi pemerintahan, akibat berkurangnya kapasitas fiskal daerah," katanya dalam Forum Ekonomi Keuangan Sulawesi Tengah (FRESH) di Palu, Kamis.
Anwar membeberkan bahwa Sulteng kehilangan transfer daerah sebesar Rp530 miliar pada tahun 2025 dan kembali berkurang Rp1,2 triliun pada tahun 2026.
“APBD kita sebelumnya hampir Rp6 triliun, sekarang tinggal sekitar Rp4,3 triliun. Itu sangat memengaruhi belanja pemerintah dan aktivitas birokrasi,” ungkapnya.
Walau menghadapi tekanan fiskal, Anwar tetap optimistis terhadap masa depan ekonomi Sulteng. Ia menilai struktur ekonomi daerah, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBD, karena sektor industri, perdagangan, dan investasi terus berkembang.
Ia juga menyebut ketahanan fiskal Sulteng masih tergolong baik, karena kontribusi Pendapatan Asli Daerah terus meningkat.
Lanjut dia, Sulawesi Tengah tetap tumbuh sangat baik di tengah tekanan global. Triwulan I tahun 2026 ekonomi tumbuh 8,32 persen secara tahunan. Namun, ekonomi Sulteng mengalami kontraksi secara kuartalan sebesar 6,98 persen dibanding triwulan IV tahun 2025.
Ia menjelaskan, sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 43,43 persen terhadap struktur ekonomi Sulawesi Tengah. Sektor itu juga tumbuh 15,9 persen seiring meningkatnya aktivitas ekspor.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
