Palu (Antarasulteng.com) - President Commisaire Tour de Central Celebes (TdCC) dari Union Cyclist Internasionale (UCI) Marthyn Bruinn menilai penyelenggaraan lomba balap sepeda internasional yang pertama kali di Sulawesi Tengah ini sangat sukses.

"Saya harus mengucapkan selamat kepada penyelenggara yang telah melaksanakan TdCC dengan begitu baik dalam semua aspek," kata Bruinn dalam wawancara dengan Antara di sela acara penutupan TdCC di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Kota Palu, Rabu petang.

Yuri (commisaire) senior balap sepeda UCI asal Belanda ini mengaku tidak ada bagian dari semua sisi penyelenggaraan TdCC kali ini yang bisa dia sarankan harus lebih baik.

"Saya harus menggali informasi lebih dalam dan lebih dalam dan lebih dalam lagi baru mungkin saya bisa mengatakan; oh, ini harus lebih baik lagi," katanya.

Ia mengaku sulit menjawab bila ditanya bagian mana dari TdCC 2017 ini yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar TdCC tahun depan lebih baik lagi.

"Saya melihat semuanya sangat baik. Makanannya baik, alam lingkungannya indah, masyarakatnya ramah tamah. Jalan raya juga baik sekali, tidak ada masalah," ujarnya dan menambahkan bahwa pelayanan penyelenggara TdCC sangat menyenangkan timnya (para commisaire).

Bruinn mengakui bahwa lintasan yang dilalui memang cukup sulit, tetapi itu disukai pebalap.

Selain itu, katanya, penonton di sini (Sulteng) juga luar biasa. Banyak sekali yang hadir dan mendukung perlombaan ini.

"Begitu juga keamanannya sangat bagus," katanya sambil mengangkat jempol.

Ia juga mengaku tertarik bahwa dalam Etape III (terakhir) TdCC ini ada ada rute loop (six laps) dimana para pebalap harus memutar enam lima kali pada satu rute khusus sepanjang 5,5 kilometer menyusuri jalan-jalan utama Kota Palu, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang menikmati perlombaan ini.

Menanggapi keinginan Pemprov Sulteng bahwa TdCC Tahun 2018 sudah tercatat dalam UCI Race Point, Marthyn Bruinn mengatakan tentu saja itu keinginan sangat bagus

"Anda hanya perlu pergi ke Indonesia Cyclist Federation (ICF) dan ICF harus memasukkan TdCC ini ke dalam kalender UCI," ujar Bruinn dan dengan bersemangat menambahkan bahwa "sungguh saya hanya melihat dan merasakan hal-hal yang sangat positif selama perhelatan TdCC ini.

Ketika ditanya apakah dia masih tertarik untuk terlibat lagi pada TdCC 2018, sambil tertawa dia mengatakan, "bila anda mengundang saya, saya akan datang lagi."



Sementara itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa TdCC merupakan kegiatan besar dan baru pertama kali digelar di daerah ini, sehingga wajar bila masih ada hal yang kurang dan tidak sempurna.

"Semua kekurangan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk lebih menyempurnakan penyelenggaraan TdCC tahun depan," ujarnya.

TdCC digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulteng dengan tujuan utama mempromosikan potensi wisata dan investasi di daerah ini.

Lomba ini diikuti 69 pebalap dari 18 negara, berlangsung 6-8 November 2017 menempuh rute sepanjang 486,9 kilometer yang dibagi dalam tiga etape, antara Kota Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Unauna sampai Kota Palu, melintasi Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Sigi.

"Tahun depan, TdCC Insya Allah menjadi lima etape dan melibatkan enam kabupaten dan Kota Palu, dimulai dari Luwuk sampai Kota Palu dan Donggala," ujar gubernur. 

Pewarta : Rolex Malaha
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2024