Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong penguatan pada sektor pertanian dan penanganan kasus stunting di daerah tersebut.

"Tentunya penting mengoptimalkan pertanian sebagai salah satu strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan pembangunan daerah," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di Sigi, Rabu.

Ia mengemukakan hingga saat ini sektor pertanian masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sigi.

"Jadi ini sesuai dengan visi misi pemerintah daerah yakni Maju, Berkelanjutan, Berbasis Pertanian dan Pariwisata," ucapnya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian di Sigi dengan adanya program nasional seperti cetak sawah baru seluas 1.200 hektare.

"Sigi ini memiliki potensi cukup besar untuk cetak sawah baru dan targetnya tahun ini 1.200 hektare akan ada sawah baru yang fungsional guna mendukung ketahanan pangan daerah," sebutnya.

Menurut dia, cetak sawah baru merupakan salah satu upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

"Luasan cetak sawah baru itu terbesar di wilayah Lindu yang mencapai 900 hektare," ujarnya.

Berdasarkan luas lahan pertanian dan luas baku sawah (LBS) di Kabupaten Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.

Sementara itu kasus stunting di Kabupaten Sigi pada tahun 2024 mengalami kenaikan cukup tinggi yakni 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.

"Penyebab utama tingginya kasus stunting disebabkan pernikahan dini dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk membawa balita serta ibu hamil ke posyandu," kata dia.

Samuel menyebutkan akibat kurangnya perhatian masyarakat untuk rutin ke posyandu sehingga menyebabkan pemerintah daerah sulit melakukan intervensi sejak dini.

Pemerintah daerah saat ini sudah membentuk tim untuk kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan tim penggerak PKK dan tim gerakan masyarakat tuntaskan stunting menuju Sigi Emas.

"Targetnya dengan kerja sama lintas sektor ini bisa terus menekan kasus stunting di Sigi bahkan bisa zero kasus tahun 2026," tuturnya.

Kabupaten Sigi mencatat terjadi kenaikan kasus stunting pada 2024, yakni mencapai 33 persen. Selama tiga tahun terakhir, sejak 2021 hingga 2023, angka stunting di Sigi turun, akan tetapi pada 2024 mengalami kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, terdapat lima daerah di Sulteng mengalami kenaikan kasus stunting pada 2024, yakni Buol 36,9 persen, Sigi 33,0 persen, Banggai Kepulauan menjadi 28,4 persen, Banggai Laut 26,6 persen, dan Kota Palu 25,6 persen.