Logo Header Antaranews Sulteng

Sigi gandeng kader posyandu dan PKK tangani stunting

Selasa, 10 Februari 2026 07:12 WIB
Image Print
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat meluncurkan posyandu 6 bidang SPM di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Moh Salam)

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng seluruh kader posyandu dan Tim Penggerak PKK untuk melakukan pendampingan dalam penanganan kasus stunting di daerah tersebut.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya keterlibatan kader posyandu dan Tim Penggerak PKK guna mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah setempat.

"Dengan demikian diharapkan kinerja posyandu ke depan akan meningkat dan prevalensi stunting di Sigi semakin membaik," kata Rizal saat ditemui di Palolo Sigi, Senin.

Dia mengemukakan setiap wilayah kecamatan harus memastikan pelayanan sudah sesuai dengan standar yang berlaku dan kebutuhan masyarakat.

"Jadi kerjanya ini secara bersama-sama dan gotong royong di enam bidang standar pelayanan minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan sosial," ucapnya.

Menurut dia, penanganan stunting saat ini dengan memanfaatkan masing-masing posyandu di masing-masing desa.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan bahwa kasus stunting tahun 2025 turun menjadi 11,55 persen dari tahun sebelumnya di angka 33 persen," sebutnya.

Rizal menyebutkan turunnya kasus stunting di Sigi salah satunya disebabkan penerapan enam bidang SPM di seluruh posyandu.

"Ke depan seluruh kader diharapkan mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan, pemantauan tumbuh kembang serta pemeriksaan kesehatan bagi semua kelompok sasaran yang ada," kata dia.

Ia berharap posyandu bisa menjadi wadah edukasi, penguatan peran kader posyandu, dan menguatkan partisipasi aktif masyarakat.

"Para kader posyandu harus memastikan data yang akurat dan efisien sehingga mengarahkan pada intervensi yang komprehensif dan terintegrasi dengan baik dalam penurunan stunting," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026