
Pemkab Parigi Moutong maksimalkan penggunaan alat manual padamkan karhutla

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah terus memaksimalkan penggunaan alat manual untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten itu.
"Peralatan digunakan berupa tanki semprot dan mesin alkon dijadikan sebagai alat memompa air, terutama penanganan titik api di atas gunung," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Sabtu.
Ia mengemukakan, kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dioperasikan di wilayah-wilayah yang dapat dijangkau, sedangkan mesin alkon dan tanki semprot digunakan untuk medan yang sulit dijangkau kendaraan damkar.
Meski butuh tenaga ekstra BPBD menilai pola seperti itu efektif diterapkan memadamkan api, hingga Sabtu (7/2) sore, nyala api tidak lagi terlihat.
"Selain memadamkan, tim juga sekaligus melakukan pembersihan untuk memastikan tidak ada lagi bara api," ujarnya.
Data sementara hasil asesmen BPBD Parigi Moutong hingga hari ke tujuh karhutla, total luas lahan terdampak 147 hektare yang mana sebelumnya luas lahan terdampak sekitar 90 hektare.
Adapun lahan terdampak karhutla yakni Dusun IV Desa Toboli dan Dusun I Desa Avolua 29 hektare, kemudian Dusun II dan III Desa Avolua 99 hektdan, perbatasan Desa Avodan, Kecamatan Parigi Utara dan Uevolo, Kecamatan Siniu 19,66 hektare, serta Desa Towera, Kecamatan Siniu 2,2 hektare.
"Api sebagian besar sudah bisa dikendalikan, kami mengapresiasi kerja sama tim di lapangan. Masih ada sejumlah titik api di atas gunung dan tim terus berupaya mengatasi," tutur Rivai.
Adapun tim terpadu bencana karhutla yakni unsur pemadam kebakaran 70 orang, Manggala Agni Kementerian Kehutanan 10 orang, TRC BPBD Sulteng 10 orang, TRC BPBD Parigi Moutong 17 orang, TNI 130 orang, Polri 40 orang, Dinas Sosial (Dinsos)/Tagana 12 orang.
Lalu alai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulteng, Dinas PU, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) masing-masing dia orang, Dinas Kesehatan 8 orang, PMI 6 orang, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) 10 orang, dan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) 15 orang.
Total personel yang tergabung dalam tim terpadu bencana karhutla sebanyak 334 orang. Kami juga di dukung 12 kendaraan operasional penanggulangan karhutla, tiga di antaranya mobil damkar sisanya mobil tanki suplai air. Selain itu kami juga mendapat bantuan 70 unit tanki semprot untuk pemadaman api," kata dia menambahkan.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
