
Puluhan rumah warga terdampak banjir di Banggai-Morowali

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan puluhan unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali pada Rabu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Kamis, mengatakan banjir tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan selama beberapa jam, sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.
“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah ini,” katanya.
Ia menjelaskan di Kabupaten Banggai banjir terjadi di Kecamatan Balantak Utara, tepatnya di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang.
Banjir merendam dua dusun di Desa Pangkalaseang Baru, yakni Dusun I dengan delapan unit rumah terdampak yang dihuni delapan Kepala Keluarga (KK) atau 30 jiwa, terdiri atas enam orang lanjut usia (lansia) dan dua balita. Sementara di dusun II, sebanyak dua unit rumah terdampak dengan enam jiwa, termasuk dua orang lansia.
Sementara itu di Desa Pangkalaseang, banjir merendam permukiman di Dusun II dan Dusun III. Di Dusun II tercatat sebanyak 17 rumah terdampak dengan 45 jiwa, terdiri atas 11 orang lansia dan empat balita. Sedangkan di Dusun III sebanyak 25 unit rumah terdampak dengan 85 jiwa, termasuk 19 orang lansia dan lima balita.
Sementara itu di Kabupaten Morowali banjir terjadi di Kecamatan Bungku Tengah, tepatnya di Desa Tofuti dan Kelurahan Mendui pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA.
Di Desa Tofuti tercatat 12 rumah warga terendam, termasuk kompleks asrama polisi. Sedangkan di Kelurahan Mendui, sebanyak 13 rumah dan satu bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) turut terdampak.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Ia menjelaskan saat ini Pusdalops BPBD di masing-masing kabupaten telah melakukan asesmen serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Adapun kebutuhan mendesak di wilayah terdampak antara lain normalisasi sungai, pemasangan bronjong atau talud, serta pembangunan dan perbaikan drainase.
Selain itu kebutuhan mendesak bantuan logistik seperti sandang (selimut dan alas tidur) dan pangan dibutuhkan di Desa Pangkalaseang Baru.
Ia mengatakan saat ini kondisi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan berangsur kondusif setelah hujan berhenti dan air telah surut.
“Meski demikian masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujar Asbudianto.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
