
BPBD-Sulteng lakukan pendataan dampak banjir di tiga desa di Morut

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkoordinasi serta melakukan pendataan terhadap dampak banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Soyojaya, Kabupaten Morowali Utara.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto dalam keterangannya di Palu, Senin, mengatakan banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (3/5) malam hingga Senin (4/5) dini hari.
“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Sumara, Sungai Bayumbo, dan Sungai Untubau meluap ke permukiman warga dengan ketinggian rata-rata 30 sampai 40 sentimeter,” katanya.
Ia menjelaskan, tiga desa yang terdampak yakni Desa Tandayondo, Desa Tamainusi, dan Desa Bau.
BPBD Sulteng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Morowali Utara melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau 50 jiwa terdampak serta satu unit masjid ikut terendam di Desa Tandayondo. Sementara di Desa Tamainusi, tercatat 10 kepala keluarga atau 32 jiwa terdampak.
Sementara itu, banjir merendam sekitar 15 hektare lahan persawahan milik warga di Desa Bau.
Ia mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
“Tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsi. Namun, sebagian wilayah masih tergenang karena air belum sepenuhnya surut,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan. Sementara itu, ia menyebut kebutuhan mendesak antara lain pembangunan tanggul penahan air serta pembuatan saluran pembuangan guna mengantisipasi banjir susulan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
