Logo Header Antaranews Sulteng

BPBD Parimo pasang tanggul darurat di Sungai Moutong pascabanjir

Senin, 6 April 2026 08:44 WIB
Image Print
Warga dan relawan membuat tanggulangin darurat di bantaran Sungai Moutong yang jebol dihantam banjir, Minggu (5/4/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah sedang memasang tanggul darurat di sungai Moutong yang jebol akibat banjir melanda wilayah tersebut.

“Langkah ini bagian dari penanggulangan darurat pascabanjir, karena tanggul sungai jebol dihantam banjir,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Minggu.

Ia mengemukakan BPBD menyalurkan bahan banjiran untuk penanganan darurat berupa 250 geobag, 200 sandbag dan 30 kawat bronjong dipasang di bantaran Sungai Moutong yang meluap pada Jumat (3/4).

Pihaknya juga meminta tambahan bahan banjiran kepada Balai Wilayah Sungai (BWSS) III untuk kepentingan penanganan darurat.

“Bahan banjiran yang kami distribusi merupakan stok yang ada di gudang BPBD. Relawan telah memasang tanggul darurat di Desa Pande dan Pandelalap, Kecamatan Moutong,” ujarnya.

Selain itu, BPBD setempat juga mengerahkan alat berat jenis ekskavator untuk melakukan normalisasi sekaligus membuat tanggul darurat di Sungai Moutong.

“Paling lambat alat berat bekerja Selasa 7 April 2026. Alat berat bekerja membantu membuat tanggul darurat sebagai penahan bila debit air meningkat,” tutur Rivai.

Dilaporkan bencana hidrometeorologi pada Jumat terjadi pada Pukul 17.00 Wita dipicu hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, akibatnya tanggul Sungai Moutong jebol dan air meluap hingga ke pemukiman warga, termasuk sejumlah desa di Taopa.

Dari peristiwa itu sekitar 234 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di Moutong dan Taopa, satu rumah rusak ringan, puluhan kebun warga terendam serta 10 hektare kebun jagung rusak total.

“Hingga kini relawan terus berupaya melakukan percepatan pemulihan, termasuk perbaikan fasilitas publik yang rusak akibat dampak banjir,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026