Jakarta (ANTARA) - Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman untuk membahas rencana program kerja Kementerian UMKM pada tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menekankan bahwa evaluasi kinerja dan pembahasan rancangan program kerja Kementerian UMKM harus berfokus pada efektivitas pelaksanaan program di desa serta dampaknya secara langsung terhadap penguatan UMKM.
"Juga kita harapkan untuk dapat memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing usaha dan penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," kata Chusnunia di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Dia berharap rencana program kerja itu perlu dibangun secara selaras dengan kebutuhan riil pelaku UMKM sehingga pelaksanaan program pada tahun 2026 dapat berjalan secara terarah, efektif, efisien, dan akuntabel serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya mendapatkan pagu awal anggaran untuk 2026 sebesar Rp546 miliar. Namun karena ada situasi dan kondisi bencana di Sumatera, maka ada kebijakan konsolidasi anggaran untuk mendukung pemulihan ekonomi di daerah bencana.
Adapun pada tahun 2026, menurut dia, Kementerian UMKM mempunyai delapan program strategis, yakni program Sapa UMKM, Kartu Usaha, Holding UMKM, Keterlibatan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis, Kemitraan dan Hilirisasi, Perluasan Akses Pembiayaan, Entrepreneur Hub, dan Transformasi Usaha.
Menurut dia, Kementerian UMKM juga turut berupaya untuk memulihkan ekonomi di daerah bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pihaknya pun memprediksi pemulihan ekonomi di daerah bencana memerlukan waktu 1-2 tahun.
Dia pun sudah membuat program "Klinik UMKM Bangkit" di berbagai kabupaten di daerah bencana. Menurut dia, klinik tersebut akan memberikan layanan pembiayaan, relaksasi kredit, dan kecukupan modal untuk bisa bangkit kembali.
"Kalau dari lihat jumlahnya, yang paling banyak Aceh, karena tingkat keterparahan atau paling kena dampak itu Aceh," kata Maman.