Jakarta (ANTARA) - Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu wilayah dengan percepatan transformasi digital yang cukup menonjol. Pemerintah dan sektor swasta di berbagai negara mulai mengandalkan teknologi berbasis cloud, memperkuat sistem keamanan siber, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasional dan layanan publik.

Namun, laju tersebut tidak selalu berjalan seimbang. Di banyak negara, digitalisasi bergerak cepat, sementara kesiapan organisasi masih beragam. Anggaran teknologi informasi (TI) tetap terbatas, tim TI relatif ramping, dan sistem yang dikelola justru semakin kompleks. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap solusi manajemen TI yang efisien dan mudah diterapkan menjadi semakin nyata.

Bagi ManageEngine, unit bisnis manajemen TI dari Zoho Corporation, kondisi tersebut justru mencerminkan karakter pasar yang selama ini mereka hadapi. ManageEngine merupakan perusahaan pengembang perangkat lunak manajemen TI yang berbasis di India, berdiri sejak 2002, dan telah berpengalaman lebih dari dua dekade mengembangkan solusi untuk pengelolaan infrastruktur, layanan TI, dan keamanan siber bagi organisasi di berbagai negara.

Vice President of Revenue Operations ManageEngine Arun Kumar menilai transformasi digital di Asia Tenggara berkembang pesat, tetapi sering kali dijalankan dengan sumber daya yang terbatas.

“Transformasi digital pada dasarnya membawa organisasi ke pendekatan digital-first. Tantangannya adalah bagaimana tim TI yang kecil bisa mengelola sistem yang semakin kompleks, tetap aman, dan tetap andal,” ujarnya.

 

Fokus pertumbuhan

Perjalanan ManageEngine di Asia Tenggara tidak berlangsung instan. Pada awal berdiri, perusahaan ini mengembangkan solusi pemantauan jaringan, server, dan aplikasi dengan pendekatan sederhana dan model do-it-yourself. Pendekatan tersebut lebih cepat diterima di pasar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Asia Tenggara justru menjadi tantangan tersendiri. Dalam dua hingga tiga tahun pertama, jumlah pelanggan dari wilayah ini masih sangat terbatas. Dari pengalaman tersebut, perusahaan menyadari bahwa banyak pelanggan di Asia Tenggara mengharapkan kehadiran lokal, dukungan langsung, serta komunikasi yang lebih dekat.

Sejak 2006, ManageEngine mulai membangun ekosistem mitra lokal untuk menjangkau pasar Asia Tenggara. Pendekatan ini memungkinkan lokalisasi produk, penggunaan bahasa setempat, serta dukungan teknis yang lebih responsif. Dalam periode 10 hingga 12 tahun pertama, perusahaan juga berfokus kuat pada pengembangan produk dan riset, membangun puluhan solusi untuk menjawab kebutuhan pengelolaan TI yang beragam.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan pelanggan pun berubah. Dari yang semula mencari solusi sederhana, kini banyak organisasi mulai membutuhkan sistem yang terintegrasi dan dapat berkembang mengikuti skala bisnis serta tuntutan regulasi.

Perubahan tersebut tercermin dalam kinerja bisnis perusahaan. Saat ini, Asia Tenggara menyumbang sekitar 10 persen dari total pendapatan ManageEngine secara global. Pertumbuhan di wilayah ini tercatat sekitar 25 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Negara-negara dengan pertumbuhan tertinggi, antara lain, Filipina, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Hingga kini, lebih dari 7.300 pelanggan enterprise di Asia Tenggara menggunakan solusi ManageEngine.

Selain akuisisi pelanggan baru yang tumbuh sekitar 20 persen setiap tahun, perusahaan juga mencermati perilaku pelanggan lama. Banyak di antaranya mulai menggunakan lebih dari satu produk seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan TI.

“Indikator yang kami lihat bukan hanya pelanggan baru, tetapi juga berapa banyak pelanggan lama yang membeli produk tambahan dan terus memperpanjang penggunaan,” kata Arun.

Ia menambahkan, tingkat pembaruan lisensi ManageEngine secara konsisten berada di atas 85 persen. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kepercayaan jangka panjang pelanggan terhadap solusi yang digunakan.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi bootstrapped yang dipilih perusahaan sejak awal. Alih-alih tumbuh agresif lewat pendanaan besar, ManageEngine memilih fokus pada pengembangan produk dan menjaga pengeluaran tetap terkendali. Strategi ini memungkinkan investasi berkelanjutan di rekayasa produk, pusat data, serta integrasi AI tanpa membebankan biaya berlebih kepada pelanggan.

 

Indonesia, keamanan siber, dan pekerjaan rumah digital

Di Indonesia, transformasi digital terus berkembang, tetapi masih banyak organisasi yang bersikap reaktif terhadap keamanan digital. Dalam praktiknya, penguatan keamanan sering kali baru dilakukan setelah terjadi gangguan sistem, kebocoran data, atau serangan siber, bukan sebagai langkah pencegahan sejak awal.

Pendekatan reaktif ini membuat banyak perusahaan rentan, terutama di tengah meningkatnya frekuensi dan kompleksitas serangan siber. Selain itu, masih banyak organisasi yang memisahkan pengelolaan TI dan keamanan siber, sehingga visibilitas terhadap sistem tidak menyeluruh dan respons menjadi lambat.

Menurut Arun, organisasi perlu membangun ketahanan sejak awal. “Perusahaan seharusnya berasumsi bahwa serangan akan terjadi. Yang membedakan adalah kesiapan mereka, apakah memiliki visibilitas sistem, cadangan data, dan kemampuan pemulihan yang cepat,” ujarnya.

Indonesia juga menghadapi tantangan keterbatasan talenta TI, khususnya di bidang keamanan siber dan pengelolaan infrastruktur digital. Di sisi lain, peluang pertumbuhan tetap besar, seiring meningkatnya digitalisasi di sektor perbankan, manufaktur, layanan publik, dan ekonomi digital.

Ke depan, ManageEngine melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting di Asia Tenggara. Perusahaan berencana terus memperkuat kehadiran lokal melalui pengembangan tim, ekosistem mitra, serta program pelatihan dan sertifikasi untuk mendukung kesiapan talenta TI.

Dalam lanskap global yang terus berubah, peluang di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tetap terbuka lebar. Namun, peluang tersebut menuntut pemahaman lokal, pendekatan yang realistis, dan strategi jangka panjang, bukan sekadar ekspansi cepat.



 

Pewarta : Ricka Oktaviandini
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026