Waspadai kala kadar gula darah Anda rendah
Senin, 20 November 2017 12:44 WIB
Lia Wanadriani Santosa (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta (antarasulteng.com) - Kadar gula dalam darah yang berlebihan jelas tak
bagus dampaknya bagi tubuh, salah satunya memicu terjadinya penyakit
diabetes. Namun, kondisi kekurangan kadar gula atau hipoglikemi juga tak
baik.
Ketua Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr. dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD mengatakan hipoglikemi bisa menganggu jantung. Kondisi terburuknya, penderita segera mengalami serangan jantung. Oleh karenanya, dia mengingatkan kita agar menghindari kondisi ini.
"Harus dihindari, karena otak kita sumber energi dari gula. Pertama kali terjadi hipoglikemi, kita akan bereaksi. Kalau itu terjadi berulang, pada kondisi tertentu hipo itu bisa menyebabkan reaksi tubuh mengeluarkan adrenalin (reaksi tubuh mengompensasi kalau gula darah rendah). Harapannya gula naik," ujar dia di Jakarta belum lama ini.
"Adrenalin tidak baik untuk jantung, sehingga kalau gula darah turun, adrenalin naik, stimulasi ke jantung akan lebih meningkat. Kalau terjadi berulang, terjadi serangan jantung," sambung Imam.
Seseorang yang mengalami kekurangan gula darah umumnya merasa mudah lapar, pusing, keringat dingin, berkunang-kunang dan bingung.
Lalu apa yang dilakukan kala mengalami gejala ini?
"Pertolongan pertama, segera makan dan minum apa saja yang ada di depan Anda, gula dan lainnya. Semampu dia. Karena itu untuk menyelamatkan. Apa yang dimakan tidak langsung jadi gula, menunggu proses dulu," kata Imam.
Kadar gula darah normal pada tubuh, yakni sebelum makan antara 70-130 mg/dL. Lalu, dua jam setelah makan, kurang dari 180 mg/dL. Setelah tidak makan atau berpuasa selama setidaknya delapan jam kurang dari 100 mg/dL.(skd)
Ketua Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr. dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD mengatakan hipoglikemi bisa menganggu jantung. Kondisi terburuknya, penderita segera mengalami serangan jantung. Oleh karenanya, dia mengingatkan kita agar menghindari kondisi ini.
"Harus dihindari, karena otak kita sumber energi dari gula. Pertama kali terjadi hipoglikemi, kita akan bereaksi. Kalau itu terjadi berulang, pada kondisi tertentu hipo itu bisa menyebabkan reaksi tubuh mengeluarkan adrenalin (reaksi tubuh mengompensasi kalau gula darah rendah). Harapannya gula naik," ujar dia di Jakarta belum lama ini.
"Adrenalin tidak baik untuk jantung, sehingga kalau gula darah turun, adrenalin naik, stimulasi ke jantung akan lebih meningkat. Kalau terjadi berulang, terjadi serangan jantung," sambung Imam.
Seseorang yang mengalami kekurangan gula darah umumnya merasa mudah lapar, pusing, keringat dingin, berkunang-kunang dan bingung.
Lalu apa yang dilakukan kala mengalami gejala ini?
"Pertolongan pertama, segera makan dan minum apa saja yang ada di depan Anda, gula dan lainnya. Semampu dia. Karena itu untuk menyelamatkan. Apa yang dimakan tidak langsung jadi gula, menunggu proses dulu," kata Imam.
Kadar gula darah normal pada tubuh, yakni sebelum makan antara 70-130 mg/dL. Lalu, dua jam setelah makan, kurang dari 180 mg/dL. Setelah tidak makan atau berpuasa selama setidaknya delapan jam kurang dari 100 mg/dL.(skd)
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bahlil sebut sebagai junior BKPM turut prihatin terhadap Tom Lembong
31 October 2024 15:08 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020