Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap agar Indonesia dapat menjadi contoh negara paling majemuk sekaligus paling toleran dan paling rukun di dunia.
"Itu harapan kita, ekspektasi ke depan. Tidak ada orang, tidak ada manusia, etnik mana pun yang tidak suka dengan kerukunan, kedamaian, dan toleransi," kata Nasaruddin di Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan semenjak merdeka, tingkat kerukunan di Indonesia semakin tinggi. Hal ini didukung oleh peran Kepala Negara yang memberikan ruang kepada umat beragama.
Untuk itu, Nasaruddin berharap tidak ada pihak yang mengganggu kedamaian tersebut.
Lebih lanjut, dia menuturkan salah satu simbol toleransi Indonesia, yakni hadirnya terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.
"Insha Allah, ke depan, tak berhenti di sini. Kami juga akan melanjutkan dengan melakukan berbagai macam kegiatan lintas budaya, lintas etnik, lintas agama, lintas kebudayaan, dan betul-betul Indonesia itu suatu keutuhan, Indonesia itu sebuah konfigurasi seperti lukisan," tutur Nasaruddin.
Dia pun mengapresiasi capaian Jakarta yang belum lama ini menduduki peringkat kedua kota teraman di Asia Tenggara, setelah Singapura.
"Kita sudah mengalahkan Filipina dan mengalahkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Tingkat kerukunan kita pun juga mencapai puncaknya, mohon dipertahankan," ungkap Nasaruddin.
Sebelumnya, laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026 menunjukkan Jakarta menempati peringkat kedua dalam daftar kota teraman di Asia Tenggara pada 2026 dengan skor 0,72, di bawah Singapura dengan skor 0,90.
Nasaruddin juga menginginkan agar kota atau wilayah lain di Indonesia bisa seperti Jakarta.