Objek wisata baru taman bunga celocia di Kudus
Minggu, 1 September 2019 19:22 WIB
Taman 10.000 Bunga Celocia di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memiliki destinasi wisata baru bernama Taman 10.000 Bunga Celocia, sebagai pelengkap destinasi wisata di daerah tersebut yang selama ini lebih dikenal dengan wisata religi karena terdapat makam Walisongo.
Peresmian taman bunga yang berlokasi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu, dihadiri Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo beserta jajarannya.
Kepala Desa Jati Kulon Sugeng mengungkapkan taman bunga celocia tidak hanya terbuka untuk masyarakat desa setempat, melainkan terbuka untuk umum.
Hanya saja, kata dia, khusus untuk warga Desa Jati Kulon tidak dipungut tarif masuk, sedangkan warga luar desa harus membayar Rp10.000.
Selain disuguhi taman bunga celocia, kata dia, pengunjung juga bisa mengunjungi gerai jualan hasil bumi masyarakat desa setempat.
Dalam rangka membuat tempat berjualan yang lebih representatif, dia berharap, mendapatkan dukungan anggaran dari Pemkab Kudus untuk membangun pasar desa yang nantinya dikhususkan untuk menampung semua hasil bumi masyarakat desa setempat untuk dijual di pasar tersebut.
Tujuan dibuatnya taman bunga, kata dia, dalam rangka mendorong masyarakat desanya agar lebih peduli terhadap lingkungan, sehingga akan meniru menanam bunga di lingkungan sekitar sehingga Desa Jati Kulon menjadi desa banyak bunga bukannya desa banyak sampah.
Plt Bupati Kudus Hartopo memberikan apresiasi atas ide kreatif kepala desa beserta jajarannya sehingga tercipta destinasi wisata baru yang bisa dinikmati berbagai masyarakat.
Terkait dukungan anggaran, kata Hartopo, Pemkab Kudus tentunya akan membantu, terlebih saat kunjungan juga ada beberapa pihak yang bisa memastikan kemampuan anggaran daerah untuk membantu Desa Jati Kulon membangun pasar desa.
Pengelola taman, Suparmin mengungkapkan bunga celocia tersebut ditanam mulai dari benih yang disemaikan, kemudian setelah besar ditanam di objek wisata tersebut.
Tanaman celocia hanya bertahan selama 4-5 bulan, sehingga pengelola menyiapkan bibit baru yang siap untuk menggantikan tanaman yang sudah layu.
"Perawatannya tidak terlalu sulit. Sepanjang kebutuhan airnya terpenuhi tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik," ujarnya.
Dalam rangka mempercantik taman bunga tersebut, pemerintah desa berencana menambah sarana dan prasarana pendukung, seperti akses jalan di taman serta ketersediaan keran air otomatis untuk penyiraman bunga sehingga tidak perlu disiram secara manual karena membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Peresmian taman bunga yang berlokasi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu, dihadiri Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo beserta jajarannya.
Kepala Desa Jati Kulon Sugeng mengungkapkan taman bunga celocia tidak hanya terbuka untuk masyarakat desa setempat, melainkan terbuka untuk umum.
Hanya saja, kata dia, khusus untuk warga Desa Jati Kulon tidak dipungut tarif masuk, sedangkan warga luar desa harus membayar Rp10.000.
Selain disuguhi taman bunga celocia, kata dia, pengunjung juga bisa mengunjungi gerai jualan hasil bumi masyarakat desa setempat.
Dalam rangka membuat tempat berjualan yang lebih representatif, dia berharap, mendapatkan dukungan anggaran dari Pemkab Kudus untuk membangun pasar desa yang nantinya dikhususkan untuk menampung semua hasil bumi masyarakat desa setempat untuk dijual di pasar tersebut.
Tujuan dibuatnya taman bunga, kata dia, dalam rangka mendorong masyarakat desanya agar lebih peduli terhadap lingkungan, sehingga akan meniru menanam bunga di lingkungan sekitar sehingga Desa Jati Kulon menjadi desa banyak bunga bukannya desa banyak sampah.
Plt Bupati Kudus Hartopo memberikan apresiasi atas ide kreatif kepala desa beserta jajarannya sehingga tercipta destinasi wisata baru yang bisa dinikmati berbagai masyarakat.
Terkait dukungan anggaran, kata Hartopo, Pemkab Kudus tentunya akan membantu, terlebih saat kunjungan juga ada beberapa pihak yang bisa memastikan kemampuan anggaran daerah untuk membantu Desa Jati Kulon membangun pasar desa.
Pengelola taman, Suparmin mengungkapkan bunga celocia tersebut ditanam mulai dari benih yang disemaikan, kemudian setelah besar ditanam di objek wisata tersebut.
Tanaman celocia hanya bertahan selama 4-5 bulan, sehingga pengelola menyiapkan bibit baru yang siap untuk menggantikan tanaman yang sudah layu.
"Perawatannya tidak terlalu sulit. Sepanjang kebutuhan airnya terpenuhi tanaman tersebut akan tumbuh dengan baik," ujarnya.
Dalam rangka mempercantik taman bunga tersebut, pemerintah desa berencana menambah sarana dan prasarana pendukung, seperti akses jalan di taman serta ketersediaan keran air otomatis untuk penyiraman bunga sehingga tidak perlu disiram secara manual karena membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Palu dorong mekanisme baru untuk korban bencana yang belum miliki huntap
03 March 2026 23:53 WIB
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020