Palu, (antarasulteng.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah
saat ini sedang fokus mengolah data hasil Sensus Pertanian 2013 yang
berlangsung selama Mei 2013.
Kepala Bidang Produksi BPS Sulawesi Tengah Muchlish Gito Nugroho di
Palu, Jumat, mengatakan proses pengolahan data itu membutuhkan waktu
lama.
Dia belum bisa memastikan waktu penyampaian hasil publikasi Sensus Pertanian 2013 di wilayah Sulawesi Tengah.
Pada pertengahan Mei 2013, hasil sensus pertanian sementara
menunjukkan populasi ternak sapi dan kerbau di Sulawesi Tengah menurun
dibanding pendataan sensus ternak pada 2011.
"Penurunan itu mencapai 12 persen dari 233.730 ekor menjadi 205.264 ekor," katanya.
Kepala BPS Sulawesi Tengah JB Priyono sebelumnya mengatakan pada
sensus tahun ini, BPS menurunkan 3.021 petugas pencacah yang disebar di
166 kecamatan dan 1.815 desa di provinsi ini.
Jumlah pencacah tersebut sudah termasuk koordinator yang terbagi
dalam 753 tim di 10 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah.
BPS sendiri telah melakukan sensus pertanian sebanyak lima kali,
yakni pada 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus pertanian
dilaksanakan secara rutin setiap sepuluh tahun.
Priyono mengatakan hasil sensus pertanian akan digunakan untuk
perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan
pertanian di kementerian dan lembaga terkait seperti pertanian, kelautan
dan perikanan, kehutanan, Bappenas, perguruan tinggi serta lembaga
internasional.
Hasil survei itu akan diketahui pada 2014 berupa analisis dan
diseminasi hasil pencacahan. "Namun secara lengkapnya akan selesai
secara sempurna pada 2015," katanya. (SKD)
BPS Sulteng Olah Data Sensus Pertanian 2013
Sabtu, 1 Juni 2013 15:10 WIB
Sukseskan Sensus Pertanian 2013 dengan memberikan jawaban yang tepat dan benar (ANTARANews)
Pewarta : Riski Maruto
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seputar Sulteng
Lihat Juga
Hannah Asa Indonesia tekankan pentingnya ketahanan finansial aparatur sipil negara
24 September 2026 21:38 WIB