Palu (antarasulteng.com) - Juru bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan bahwa polisi terpaksa menembak terduga teroris Poso bernama Nudin alias Bondan karena ada perlawanan saat hendak ditangkap, Senin sekitar pukul 16.00 Wita.
"Dia juga akan menabrak polisi sehingga petugas membalas tembakan hingga menyebabkan tersangka meninggal dunia," kata Soemarno.
Saat itu Nudin yang telah diintai polisi, sedang mengendarai sepeda motor dari Kelurahan Kayamanya menuju Jalan Pulau Irian.
Petugas saat itu mencoba menghentikan tersangka, namun Nudin justru memacu sepeda motornya sambil menembaki petugas. Polisi kemudian membalas tembakan hingga yang bersangkutan meninggal dunia.
Soemarno mengatakan bahwa Nudin selama ini diduga terlibat serangkaian kasus terorisme di Kabupaten Poso.
Pelaku diduga melakukan aksi perampokan bersama Abu Roban di Jawa Tengah dan menerima hasil kejahatan itu untuk mendanai kegiatan kejahatan.
Dia selama ini juga diduga sebagai penyuplai logistik dan kebutuhan lainnya terhadap kelompok Santoso di Poso, serta kelompok Asmar dan Roy di Bima.
Sementara itu barang bukti yang disita dalam kejadian itu adalah pistol berikut enam butir peluru.
Pada Senin siang, polisi juga menemukan rangkaian pipa yang diduga bom rakitan di Desa Tambarana, Kabupaten Poso. Benda mencurigakan itu saat ini sedang diperiksa di Mapolres Poso.
Santoso adalah buronan kasus kekerasan Poso selama beberapa tahun ini. Sejak insiden peledakan bom bunuh diri di Mapolres Poso pada 3 Juni 2013, polisi memperketat pengamanan di kabupaten yang berjarak 220 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.***
Terduga Teroris Poso Ditembak Karena Melawan
Senin, 10 Juni 2013 18:05 WIB
Ilustrasi (antaranews)
Pewarta : Riski Maruto
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sulteng serahkan bantuan pada istri eks narapidana teroris di Poso
19 August 2025 12:38 WIB, 2025