Logo Header Antaranews Sulteng

Warga Miskin Mengadu Tidak Dapat BLSM

Kamis, 4 Juli 2013 06:16 WIB
Image Print
ILustrasi (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)

Palu, (antarasulteng.com) - Sejumlah warga miskin di Kota Palu telah mengadu ke kantor kelurahan karena tidak mendapatkan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat), kata seorang lurah.

Kepala Kelurahan Tatura Selatan, Samrud di Palu, Rabu mengatakan para warga miskin yang datang ke kantor kelurahan juga mempertanyakan alasan mereka tidak menerima bantuan itu.

"Justru ada beberapa yang bukan warga miskin, tetapi mendapatkan BLSM," kata Samrud mengutip keterangan sejumlah warga miskin yang datang mengadu kepadanya di Kantor Kelurahan Tatura Selatan.

Mereka yang datang mengadu adalah warga miskin yang sebelumnya mendapatkan raskin dan BLT (Bantuan Langsung Tunai), katanya.

Menurut dia, pendataan warga miskin yang mendapatkan BLSM tidak melalui RT, RW dan kelurahan.

Dia tidak bisa menjelaskan alasan warga tidak mendapatkan BLSM karena data bukan berasal dari kelurahan.

"Saya sendiri tidak mengetahui berapa banyak warga miskin di Kelurahan Tatura Selatan yang mendapatkan BLSM," katanya.

Data yang ada di Kantor Kelurahan Tatura Selatan menunjukkan jumlah warga miskin di wilayah itu tercatat 420 kepala keluarga.

Tetapi yang mendapatkan bantuan raskin dan BLT sebanyak 280 kepala keluarga.

"Kalau warga miskin yang dapat dana kompensasi BBM di kelurahan itu tidak diketahui jumlahnya," kata Samrud.

Petrus Kute, salah seorang warga miskin mengaku sebelumnya pernah mendapatkan BLT dan beras untuk warga miskin (raskin).

"Tapi untuk BLSM tidak mendapatkannya," kata ayah tiga anak itu.

Hal senada juga disampaikan Jonny T yang menerima raskin dan BLT, tetapi tidak mendapatkan BLSM.

Sementara itu, Sekretaris RT 03/RW 01 Tatura Selatan, Denny Paiman mengatakan ada salah seorang warga yang baru pindah di wilayah itu justru mendapatkan dana BLSM.

Padahal, katanya, warga yang menerima BLSM tersebut ekonominya terbilang cukup mapan karena memiliki rumah susun dari dinding tembok dan beberapa unit sepeda motor.

Menurut dia, distribusi BLSM banyak yang tidak tepat sasaran karena banyak warga mampu ikut menikmati bantuan kompenasi BBM tersebut. (SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026