
9.800 Warga Miskin Palu Sudah Terima BLSM

Jika ada warga miskin penerima BLSM yang sudah meninggal dan tidak ada ahli warisnya, termasuk pindah alamat ke kota atau daerah lainnya, maka kartu kontrol akan dikembalikan ke pusat.
Palu (antarasulteng.com) - Sebanyak 9.800 kepala keluarga (KK) warga miskin di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sudah menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).
Kepala PT Pos Indonesia Cabang Palu Arif Yudha Wahyudi di Palu, Jumat, mengatakan penerima bantuan kompensasi kenaikan harga BBM hingga kini sudah sekitar 70 persen dari jumlah warga miskin di ibu kota provinsi itu.
Penerima BLSM di Kota Palu tercatat sebanyak 13.773 kk tersebar di delapan kecamatan yaitu Palu Barat, Palu Utara, Palu Selatan, Palu Timur, Tatanga, Ulujadi, Taweli dan Matikolore.
Arif mengatakan setiap hari kerja sampai dengan pembayaran BLSM tahap kedua tetap melayani warga miskin yang datang mengambil haknya. "Kita tetap melayani, tapi khusus hanya pada hari kerja saja," katanya.
Menurut dia, tidak ada pembatasan pembayaran BLSM kepada warga miskin.
Karena itu, masyarakat yang belum datang mengambil bantuan tersebut tidak perlu khawatir karena petugas Kantor Pos Indonesia tetap akan melayaninya.
Petugas hanya akan melayani warga miskin pemegang kartu kontrol BLSM yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI.
Kalau datang jangan lupa membawa kartu kontrol, Kartu Keluarga, atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.
Menjawab pertanyaan, Arif mengatakan jika ada warga miskin penerima BLSM yang sudah meninggal dan tidak ada ahli warisnya, termasuk pindah alamat ke kota atau daerah lainnya, maka kartu kontrol akan dikembalikan ke pusat.
"Kita akan kembalikan lagi ke Kantor Kementerian Sosial karena mereka yang mengeluarkan semua kartu dimaksud," kata Arif.
Sebelumnya, sejumlah warga miskin di Kota Palu mengadu ke kantor kelurahan karena tidak mendapatkan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat), kata seorang lurah.
Kepala Kelurahan Tatura Selatan, Samrud di Palu, Rabu, mengatakan para warga miskin yang datang ke kantor kelurahan juga mempertanyakan alasan mereka tidak menerima bantuan itu.
"Justru ada beberapa yang bukan warga miskin, tetapi mendapatkan BLSM," kata Samrud mengutip keterangan sejumlah warga miskin yang datang mengadu kepadanya di Kantor Kelurahan Tatura Selatan.
Mereka yang datang mengadu adalah warga miskin yang sebelumnya mendapatkan raskin dan BLT (Bantuan Langsung Tunai), katanya.
Menurut dia, pendataan warga miskin yang mendapatkan BLSM tidak melalui RT, RW dan kelurahan.
Dia tidak bisa menjelaskan alasan warga tidak mendapatkan BLSM karena data bukan berasal dari kelurahan.***
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
