
Perampok Cukup Beraksi di Depan Komputer

akarta (antarasulteng.com) - Di masa depan, perampok tidak akan merampok bank menggunakan senjata dan masker lagi, tetapi mereka bersembunyi di balik layar komputer untuk melakukan serangan maya dan menutupi jejak digital mereka.
Sebagaimana dikutip dari CNN Money, saat ini ada beberapa cara yang dilakukan penjahat untuk melakukan "cyberattack" atau serangan maya. Mereka mampu mencuri sebelum uang ditransfer dari rekening bank.
Vikram Takur, seorang manajer di Symantec Security Response, mengatakan bahwa pencurian online hampir selalu menjadi bagian dari skema kejahatan. Meskipun kadang-kadang dilakukan seorang pelaku tunggal, kebanyakan kejahatan maya dibagi dalam beberapa langkah yang ditangani pemain yang berbeda.
Kebanyakan pencurian rekening bank dimulai dari pengembang malware yang menjual perangkat lunak berbahaya kepada peretas melalui pasar gelap.
Melalui pasar-pasar gelap di Internet, seorang peretas jahat dapat membeli perangkat-perangkat untuk mencuri kredensial rekening bank, layanan untuk menjatuhkan (mematikan) situs web, atau virus untuk menginfeksi komputer.
Mempekerjakan seorang peretas sangat mudah karena malware saat ini membutuhkan mereka untuk menginfeksi ratusan atau ribuan komputer.
Beberapa layanan bahkan cukup murah. Misalnya, untuk mendapatkan 1 juta alamat email hanya perlu membayar 111 dolar Amerika Serikat.
Setelah korban informasi rekening korban telah dikumpulkan, peretas dapat menjual data tersebut kepada seseorang untuk dikemas ulang dan didistribusikan ke pasar gelap.
Pewarta : Dewanto S
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
