Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Panen Udang Vaname Di Kolam Percontohan

Sabtu, 20 Juli 2013 17:03 WIB
Image Print
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
...114.255 benih yang ditabur di satu kolam berdiameter 10 meter dengan tinggi tiga meter menghasilkan 1,033 ton udang vaname dengan masa panen 108 hari.

Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah memanen udang vaname di kolam proyek percontohan di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, dengan hasil standar kualitas ekspor.

Panen tersebut disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Hasanuddin Atjo bersama Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan di Balai Benih Ikan Pantai Kampal, Kabupaten Parigi Moutong.

"Kita coba manfaatkan kolam yang sudah lama tidak dipakai, digunakan untuk uji coba budi daya supra intensif udang vaname. Hari ini kita sudah panen hasilnya," kata Hasanuddin di Parigi.

Panen yang dilakukan kali ini merupakan panen total, setelah dua kali panen sebelumnya juga dilakukan, namun panen itu hanya panen antara/sela agar kolam tidak sesak.

Dari 114.255 benih yang ditabur di satu kolam berdiameter 10 meter dengan tinggi tiga meter menghasilkan 1,033 ton udang vaname dengan masa panen 108 hari.

Untuk uji coba ini Dinas Kelautan dan Perikanan menggunakan dua kolam dengan ukuran yang sama, sehingga total udang yang dihasilkan sebanyak 2,066 ton.

Pada panen total ini menghasilkan 871,1 kilogram (size 54 ekor per kilogram). Sementara panen sela kedua sebanyak 536,8 kilogram (size 82 ekor per kilogram), dan panen sela pertama 650,4 kilogram (size 132 ekor per kilogram).

"Semakin besar semakin mahal harganya. Size 50 ekor sudah dihargai sampai Rp60 ribu per kilogram," kata Hasanuddin.

Udang vaname yang benihnya bersumber dari turunan pertama itu, merupakan replikasi dari cara budi daya yang dilakukan Hasanuddin Atjo di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Budi daya yang diberi nama supra intensif tersebut dilengkapi dengan alat pompa oksigen, kincir yang ideal, serta penyedotan limbah yang mengendam di kolam sehingga kolam selalu bersih.

Hasilnya, kata dia, hanya dalam waktu 108 hari, satu kilogram udang berjumlah 54 ekor. "Budi daya ini akan terus kita kembangkan," kata Hasanuddin.

Ia mengatakan, untuk sementara benih masih dibeli dari Sulawesi Selatan, namun jika peminat budi daya udang tersebut sudah meningkat, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah akan mendatangkan sendiri benih dari Hawai, Amerika Latin.

Untuk membeli satu pasang induk udang vaname tersebut cukup mahal mencapai Rp800 ribu, sehingga yang dibudidayakan di Indonesia hanya hasil pembenihan turunan pertama (F1).

Untuk menjaga mutu, Dinas Perikanan hanya mengambil empat kali produksi dari induk aslinya. Satu induk menghasilkan benih sampai 150 ribu ekor.(SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026