Logo Header Antaranews Sulteng

Penjabat Bupati Morowali Utara Dilantik Oktober

Jumat, 30 Agustus 2013 10:43 WIB
Image Print
Gubernur Sulteng Longki Djanggola didampingi Wagub H. Soedarto memberikan pernyataan kepada pers.(ANTARASulteng/Rolex Malaha)
Pembentukkan Kabupaten Morowali Utara disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada 12 April 2013."

Palu (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan sedang memproses pengusulan nama-nama calon Penjabat Bupati Morowali Utara dan diharapkan sudah dilantik pada Oktober 2013.

Dalam percakapan dengan Antara Palu, Jumat, Longki mengaku sudah menerima usulan tiga nama calon Penjabat Bupati Morowali Utara dari Bupati Morowali Anwar Hafid selaku kabupaten induk yang semuanya adalah pejabat eselon II senior di Pemprov Sulteng.

Sesuai ketentuan, kata Longki, pengusulan nama penjabat bupati di sebuah daerah otonom baru dilakukan oleh bupati daerah induk kepada gubernur, kemudian Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov memprosesnya untuk diajukan kepada Menteri Dalam Negeri untuk ditetapkan dengan SK Mendagri.

Ketentuan terpenting dalam mengajukan nama-nama calon penjabat bupati di daerah otonom baru, katanya, antara lain haruslah penjabat eselon II senior, baik yang bertugas di kabupaten induk maupun di pemerintah provinsi serta tidak akan terlibat dalam pilkada untuk memilih bupati/wabub definitif di daerah baru itu.

Longki menegaskan bahwa tugas utama penjabat bupati di sebuah daerah otonom baru adalah menyiapkan perangkat organisasi pemerintahan termasuk DPRD serta melaksanakan pilkada perdana untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah definitif, sehingga penjabat bupati harus netral dalam pilkada.

"Saya sudah terima tiga nama yang diusulkan Bupati Morowali H. Anwar Hafid, namun belum tentu Baperjakat akan menyetujui ketiga nama itu untuk diusulkan ke Mendagri. Baperjakat masih punya kewenangan untuk menyaringnya dengan memperhatikan kepentingan yang lebih besar baik di kabupaten baru, kabupaten induk maupun provinsi," ujarnya.

Ketika didesak menyebutkan nama-nama calon Penjabat Bupati Morowali Utara yang diusulkan Bupati Morowali H. Anwar Hafid, Longki menyebutkan Dra Hj. Deri Djanggola (Asisten Administrasi Pemerintahan Pemprov Sulteng), Dr Bunga Elim Somba, MSc (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) serta Drs H Haris Rengga (Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Pemerintahan).

"Nama-nama itu kemungkinan besar masih berubah antara lain karena Deri Djanggola adalah adik saya. Saya tidak mau dituduh macam-macam kalau beliau yang jadi penjabat Bupati Morowali Utara, meski sudah banyak tokoh-tokoh Morowali Utara datang kepada saya untuk meminta agar ibu Deri Djanggola menjadi penjabat bupati di Morowali Utara," ujarnya.

Ketika ditanya peluang Drs H Baharuddin H. Tanriwali (Asisten Tata Praja Pemprov) yang mantan pelaksana tugas Bupati Morowali, Longki mengaku bahwa yang bersangkutan tidak bisa diusulkan lagi karena pada Desember 2013 akan memasuki masa pensiun.

Baharuddin HT dinilai berjasa dalam perjuangan masyarakat membentuk Kabupaten Morowali Utara saat menjadi Pelaksana Tugas Bupati Morowali periode Desember 2012 sampai Juni 2013, sehingga kebanyakan tokoh Morowali Utara menyambut gembira kalau Baharuddin HT ditunjuk menjadi penjabat bupati di daerah otonom baru itu.

Pembentukkan Kabupaten Morowali Utara disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada 12 April 2013 bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Morowali Utara merupakan hasil pemekaran Kabupaten Morowali. Wilayahnya mencakup 18.252 kimometer persegi, meliputi sembilan kecamatan dan 135 desa dengan jumlah penduduk 106.019 jiwa dan beribu kota di Kolonodale, sekitar 450 kilometer tenggara Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. (R007)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026