Logo Header Antaranews Sulteng

Bulog harap pengadaan beras di Sulteng capai target

Kamis, 28 Mei 2020 15:02 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Amir Subbe. (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tengah berharap pengadaan beras untuk memenuhi kebutuhan stok nasional di daerah itu pada musim panen (MP) 2020 bisa mencapai target yang ditetapkan pusat.

"Kita ditargetkan menyerap beras petani pada MP 2020 ini sebanyak 25.000 ton," kata Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Pelayanan Publik Bulog Sulteng, Amir Subbe di Palu, Kamis.

Ia mengatakan pembelian beras produksi petani oleh Bulog hingga kini sudah mencapai sekitar 10.000 ton atau sekitar 30 persen dari target yang ditetapkan.

Melihat prosentase itu, Amir optimistis target pengadaan beras di Sulteng,niscaya bisa terpenuhi 100 persen.

"Ya kita sangat berharap tingkat penyerapan beras petani bisa mencapai target ," kata dia.

Menjawab pertanyaan soal kesulitan petani menjual beras di Kabupaten Poso, menurut dia Bulog siap membeli produksi petani, tetapi kualitas produksi petani yang tidak memenuhi standar pembelian yang telah ditetapkan.

Petani menjual beras kepada Bulog dengan harga Rp9.000/kg, tetapi standar harga pembelian Bulog hanya Rp8.300/kg. "Tidak mungkin kami membeli dengan harga seperti itu, jika kualitas beras petani tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Bulog membeli gabah maupun beras sesuai dengan standar mutu dan harga yang sudah ditetapkan,oleh karena itu dia mengimbau kepada petani untuk meningkatkan mutu gabah/beras agar bisa memenuhi standar kualitas yang diharapkan pemerintah.

Apalagi, Bulog sudah tidak menyalurkan beras medium seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya untuk warga penerima azas manfaat bantuan sosial berupa raskin/rastra.

Sekarang ini, Bulog tinggal menyalurkan beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi masyarakat penerima bantuan sosial yang disalurkan melalui e-warung di daerah masing-masing.

"Jadi beras yang disediakan dan disalurkan Bulog bukan lagi beras medium, tetapi beras premium," kata Amir.

Kalau mutu beras yang disalurkan Bulog kualitasnya tidak bagus, maka tidak akan laku. Artinya sekarang ini e-warung bebas untuk membeli beras dan menjual kembali kepada masyarakat penerima azas manfaat tersebut.

Masyarakat penerima manfaat, kata dia, bebas untuk berbelanja beberapa komoditi pangan yang sudah ditetapkan pemerintah dengan menggunakan voucher e-warung .

Karenanya, Bulog dalam membeli beras petani benar-benar harus mengacu kepada standar harga dan mutu yang sudah ditetapkan.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026