Logo Header Antaranews Sulteng

Pencoblosan di Poso Aman

Rabu, 9 April 2014 19:14 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komnas HAM Siane Indriani (dok pribadi)
Warga di desa itu juga turut mengamankan kotak-kotak suara,"

Palu (antarasulteng.com) - Pemungutan suara yang berlangsung di daerah dianggap paling rawan gangguan keamanan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu, berlangsung aman dan lancar.

Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siane Indriani melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palu mengatakan, kekhawatiran akan gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata di Poso, tidak terbukti.

Dia mengatakan, antusias masyarakat di daerah rawan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi sangat menggembirakan.

Siane Indriani mengatakan, warga Desa Tamanjeka yang selama ini dikenal rawan aksi kelompok radikal, justru turut menjemput logistik pemilu seperti kotak suara, mengingat lokasinya sulit dijangkau kendaraan beroda empat. Di Tamanjeka hanya ada satu tempat pemungutan suara (TPS).

Tamanjeka tergolong wilayah yang paling rawan sejak tewasnya dua polisi yang dibunuh oleh kelompok terduga teroris pada 2012 di daerah itu.

Sementara itu di Desa Weralulu yang bersebelahan dengan Tamanjeka ada dua TPS yang masing-masing terdapat lebih dari 350 pemilih.

Warga di desa itu juga turut mengamankan kotak-kotak suara dengan diinapkan semalam di rumah Ketua KPPS sebelum dibawa ke TPS.

Tim dari Komnas HAM sendiri telah berada di Kabupaten Poso sekitar satu pekan untuk memantau kondisi keamanan menjelang pemungutan suara di daerah itu.

Komnas HAM secara khusus memberi perhatian daerah-daerah yang disebut paling rawan terkait dengan aktivitas kelompok radikal seperti di wilayah Poso Pesisir, Tamanjeka, Weralulu, Taunca dan Tambarana.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026