Logo Header Antaranews Sulteng

Mitra Bulog Sulteng Sulit Beli Beras Petani

Selasa, 6 Mei 2014 09:48 WIB
Image Print
Beras (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Palu, (antarasulteng.com) - Sejumlah mitra Bulog Sulawesi Tengah mengaku masih sulit membeli beras petani karena harga di tingkat penggilingan saat ini diatas standar harga pembelian pemerintah (HPP).

Suleman, salah seorang mitra Bulog di Palu, Selasa membenarkan harga beras di tingkat petani dan penggilingan jauh di atas HPP.

HPP beras ditetapkan pemerintah Rp6.600 per kilogram, sementara harga beras di patok pedagang pengumpul berkisar Rp7.200 per kilogram.

Menurut dia, selisih harga cukup besar sehingga mitra Bulog kalah bersaing dengan pedagang pengumpul.

Hal senada juga disampaikan Rais. Rais yang juga mitra Bulog Sulteng mengatakan masih tingginya harga beras di tingkat petani dan penggilingan menyebabkan mereka sangat sulit membeli karena petani lebih memilih langsung menjual kepada pedagang pengumpul.

Selagi harga pembelian pedagang pengumpul di atas HPP, mitra Bulog akan tetap kesulitan menyerap produksi petani dalam jumlah besar.

"Kami memang masih bisa membeli hanya saja terbatas, sebab tentu petani tidak akan melepas semua stoknya," kata Rais.

Selain itu, kata dia masih tingginya harga karena panen raya belum berlangsung. Panen raya di Sulteng baru akan berlangsung akhir Mei sampai Juli 2014.

Di setiap daerah di Sulteng, termasuk Sigi, Poso, Donggala, Parigi Moutong dan Banggai sudah mulai panen, tetapi belum merata dan luas areal sawahpun masih terbatas.

Sementara data Bulog Sulteng menyebutkan realisasi pengadaan beras di provinsi ini hingga akhir April 2014 baru sekitar 1.800 ton dari target 50 ribu ton selama setahun.

Masih kecilnya realisasi pembelian beras di Sulteng antara lain dikarenakan harga beras dipatok pedagang diatas HPP dan panen raya belum tiba.

Sulteng selama beberapa tahun terakhir, kata Kepala Perum Bulog setempat tidak lagi menerima pasokan beras eks impor karena hasil panen petani sudah mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bahkan, kata dia, Sulteng justru mengirim beras ke daerah tetangga Gorontalo dan Manado.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026