
Mereka Gerilya Jelang Pilkada Kota Palu

Palu, (antarasulteng.com) - Saat ini semarak Pilpres 2014 merasuk di setiap daerah di Indonesia, termasuk di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Berbagai poster, gambar tempel, sepanduk, serta imbauan lainnya untuk mendukung dua kandidat calon presiden dan calon wakil presiden RI mudah ditemui diberbagai sudut kota ini.
Namun di balik riuh rendah kampanye Pilpres 2014, terdapat sejumlah orang yang bergerilya meraih simpati masyarakat untuk menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu 2015.
Bentuk gerilya itu berupa iklan baliho di jalan protokol yang memperkenalkan dirinya sambil mengucapkan selamat selamat menyambut bulan Ramadhan 1345 Hijriah.
Sementara itu di pagar-pagar masjid, terpampang pula ucapan selamat menyambut Ramadhan dari para tokoh tersebut. Di halaman masjid juga tercecer jadwal puasa yang di atasnya terdapat foto orang tertentu.
Selain itu, kini mulai pula bermunculan mobil berbalut stiker bertuliskan nama dan foto sosok yang akan maju di Pilkada Kota Palu tahun depan.
Sejumlah tokoh yang mengiklankan dirinya dan dinilai memberikan sinyal kuat siap bertarung di Pilkada Kota Palu tersebut antara lain Andi Mulhanan Tombolotutu, Kamil Badrun, Bustamin Nongtji, Adha Nadjemuddin, Vera Rompas Mastura, Habsa Yanti Ponulele hingga Sigit Purnomo Said atau lebih populer dikenal Pasha Ungu.
Andi Mulhanan Tombolotutu saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu mendampingi Rusdy Mastura. Ketua Partai Golkar Palu ini memberi pertanda kuat akan maju sebagai calon Wali Kota Palu menggantikan Rusdy Mastura yang telah dua kali memimpin kota berpenduduk 310 ribu jiwa ini.
Pada beberapa kali pertemuan di ruang publik, Wali Kota Palu Rusdy Mastura memperkenalkan wakilnya itu sebagai calon Wali Kota Palu. Mulhanan hanya tersenyum, senyum yang penuh arti untuk merasakan kursi Wali Kota Palu 2015-2020.
Saat ini sejumlah baliho besar bergambar foto Mulhanan Tombolotutu terpampang di sejumlah jalan utama di Kota Palu.
Bahkan, sejumlah relawan yang tergabung dalam Sahabat Muda Kak Tony mendeklarasikan diri untuk mendukung Mulhanan Tombolotutu sebagai calon Wali Kota. Tony adalah nama panggilan akrab Mulhanan.
Mulhanan juga mengapresiasi para kawula muda yang mendukungnya itu meski itu perjalanan masih panjang.
Sementara itu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu juga gerah untuk mengubah Kota Palu menjadi daerah yang lebih baik sehingga dia mendeklarasikan diri sebagai salah satu kandidat pemimpin.
Pasha "Ungu" yang merupakan pria kelahiran Kota Palu mengaku telah mendapat dukungan dari kaum muda dan sejumlah partai politik.
Namun demikian dia belum bisa menyebutkan sejumlah partai politik yang telah memberikan "lampu hijau" itu kepada dirinya untuk maju di Pilkada Kota Palu.
"Kita masih sebatas ngobrol saja," kata pria yang menghabiskan masa kecilnya di Kota Palu itu.
Menurutnya, kaum muda sudah layak untuk memimpin Kota Palu agar Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini lebih berkembang dan dikenal secara nasional.
Vokalis Band Ungu itu mengaku siap membawa kepentingan masyarakat Kota Palu secara utuh.
"Mari kita hilangkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Kita kawal pembangunan Kota Palu bersama-sama," kata pria berumur 35 tahun ini.
Pasha kini lebih sering berkunjung ke Palu sambil menghadiri deklarasi relawan pendukung salah satu peserta Pilpres 2014.
Suara Signifikan
Tokoh yang juga berniat untuk memimpin Kota Palu lainnya adalah Kamil Badrun.
Kamil Badrun adalah mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah sekaligus pimpinan umum Radar Group yang membawahi media ternama di provinsi sini.
Pria berkumis ini juga muncul di poster besar dengan ucapan menyambut Ramadhan dan diimbuhi slogan "Palu Hebat".
Sebenarnya, pria yang juga Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah ini juga pernah maju di Pilkada Kota Palu periode 2010-2015, namun kurang mendapat suara signifikan hingga akhirnya dia terus menekuni usahannya di bidang pers hingga lahirlah RadarTV.
Sementara itu, tokoh perempuan yang diprediksi juga akan maju di Pilkada Kota Palu adalah Habsa Yanti Ponulele yang kini telah begabung di Partai Nasional Demokrat dan terpilih menjadi anggota DPRD Sulteng dari daerah pemilihan Kota Palu.
Habsa Yanti lima tahun lalu juga menjadi salah satu kandidat calon wali kota namun perolehan suaranya dipatahkan oleh "incumbet" Rusdy Mastura. Dia hanya di peringkat kedua dalam perolehan suara saat itu.
Pergerakan politik Habsa Yanti dinilai mudah diterima masyarakat, terutama kaum perempuan yang merindukan sosok pemimpin perempuan yang haus perubahan.
Sosok perempuan lain yang diprediksi akan maju adalah Vera Rompas Mastura yang tidak lain adalah istri Wali Kota Palu saat ini.
Beberapa waktu sebelumnya, Vera Mastura sempat mengemukakan dirinya bisa saja menjadi calon Wali Kota Palu apabila masyarakat menghendaki, terutama suaminya.
Politisi Partai Golkar ini juga telah dua kali terpilih menjadi anggota DPRD Sulawesi Tengah sehingga memiliki cukup rasa percaya diri untuk menggantikan suaminya memimpin Kota Palu.
Sementara itu dari kalangan jurnalis dan pemuda muncul sosok Adha Nadjemuddin. Pria yang belasan tahun menjadi kuli tinta ini juga terpanggil ingin memimpin Kota Palu.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah ini merasa didukung banyak pihak mulai dari aktivis kampus, pekerja bangunan serta teman satu organisasi dan profesi. Kondisi itu membuatnya semakin kukuh untuk berjibaku di Pilkada Palu.
Meski bukanlah aktivis di Partai Politik, Adha mengaku siap melaju dari jalur perseorangan dengan modal pengumpulan kartu tanda penduduk.
Sebelumnya, seorang tokoh masyarakat Kota Palu, Bustamin Nongtji, juga telah mendeklarasikan diri untuk maju menjadi wali kota dari jalur perseorangan.
Berbagai perkenalan dan aksi mempromosikan diri para calon peserta Pilkada Kota Palu itu layak diapresiasi karena semuanya berniat membangun Kota Palu ke arah yang lebih baik.
"Jangan sampai bercita-cita menjadi wali kota hanya untuk mengumpulkan kekayaan sendiri. Itu tindakan tercela dan memalukan," kata pengamat politik Universitas Tadulako Palu, Irwan Waris. (skd)
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
