
Sulteng Dapat Pasokan Beras 4.000 Dari Sultra

Palu, (antarasulteng.com) - Sulawesi Tengah dipastikan mendapat pasokan beras sebanyak 4.000 ton dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kata pejabat berwenang setempat.
Kepala Perum Bulog Sulteng, Mar`uf di Palu, Sabtu membenarkan mendapat suplai beras dari provinsi tetangga di Pulau Sulawesi itu.
"Memang benar kita dalam waktu dekat akan mendapat pasokan beras dari Sultra," katanya.
Kemungkinan pasokan beras tersebut baru akan tiba di Palu pada pertengahan September 2014.
Ia menjelaskan pasokan beras dari luar daerah semata-mata kebijakan dari pusat, bukan Bulog Sulteng.
Setiap daerah di tanah air yang memang mengalami kekurangan stok karena kegiatan pengadaan berjalan seret, langsung mendapat pasokan dari daerah yang mengalami surplus stok di gudang.
"Ya kebetulan di gudang Bulog Sultra, stok beras terbilang melebihi dari rencana penyaluran," katanya.
Kegiatan pengadaan beras di Sultra kali ini terbilang berjalan bagus dan realisasi sudah melebuhi dari target Bulog setempat.
Makanya, kebijakan pusat Bulog Sultra harus mengirim sebagian dari stok beras yang ada di gudang ke Bulog Sulteng yang hingga memasuki pekan pertama September 2014 pengadaan beras masih minim.
Sulteng sekarang ini baru berhasil menampung beras petani sebanyak 15.500 ton. Sementara target pembelian pada musim panen 2014 ini ditetapkan sebanyak 47 ribu ton.
Guna mengamankan stok beras di gudang Bulog Sulteng, maka pusat meminta Bulog Sultra untuk mensuplai beras 4.000 ton ke Provinsi Sulawesi Tengah.
Seretnya pengadaan beras di Sulteng dikarenakan produksi petani menurun akibat serangan hama dan juga banjir bandang di Kabupaten Banggai.
Selain itu, banyaknya pedagang dari luar terutama Gorontalo dan Sulawesi Utara yang datang membeli beras langsung ke petani di Sulteng dengan harga cukup tinggi.
Harga beras dipatok pedagang dari luar daerah Rp7.200/kg. Bulog Sulteng membeli beras petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.600/kg. (skd)
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
