Logo Header Antaranews Sulteng

Distan: Sulteng 2013 Surplus Beras 300.000 Ton

Sabtu, 25 Oktober 2014 09:53 WIB
Image Print
Beras (antara)
Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan makanan pokok itu, sebab selain surplus produksi dalam jumlah besar, juga masih banyak bahan pangan non beras

Palu, (antarasulteng.com) - Provinsi Sulawesi Tengah pada musim panen 2013 mengalami surplus beras sebanyak 300 ribu ton, kata Kepala Dinas Pertanian setempat Trie Iriany Lamakampali.

"Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan makanan pokok itu, sebab selain surplus produksi dalam jumlah besar, juga masih banyak bahan pangan non beras," katanya di Palu, Sabtu.

Ia mengatakanbahwa Sulteng sejak 1984 telah mencapai swasembada beras.

Menurut dia, tidak ada alasan masyarakat untuk mengkhawatirkan ketersediaan beras, meski dampak kemarau berkepanjangan yang melanda kabupaten dan kota di Sulteng cukup dirasakan petani.

Kondisi di beberapa wilayah di Sulteng, kemaraunya cukup esktrem dan telah mengakibatkan kekeringan sehingga petani menunda menanam padi.

Bahkan sebagian petani yang belum mengolah sawah dan menunggu sampai kemarau berakhir.

Meski musim tanam kedua di sejumlah wilayah di Sulteng mengalami penundaan karena kemarau panjang yang melanda daerah ini tiga bulan terakhir, namun ketersediaan beras dan pangan nonberas, seperti ubi-ubian, pisang, jagung, sagu dan talas cukup memadai.

Semua daerah di Sulteng memiliki bahan makanan alternatif pengganti beras karena memang kondisi tanah dan iklim yang ada sangat menunjang bagi pengembangan komoditas-komoditas pertanian itu.

Ia juga berharap masyarakat untuk tidak sepenuhnya tergantung pada bahan makanan pokok beras, sebab masih banyak bahan makanan alternatif nonberas.

Ia mengimbau masyarakat unuk membiasakan diri mengkonsumsi pangan nonberas yang memang persediaannya sangat banyak di Sulteng.

Mengurangi mengkonsumsi beras dan makan pangan alternatif akan lebih menguntungkan bagi kesehatan. Kalau konsumsi pangan nonberas akan terhindar dari berbagai penyakit, terutama diabetes (kencing manis).

Selain itu, harga bahan makanan alternatif itu cukup murah dibandingkan beras. "Bayangkan saja harga jagung hanya Rp5.000,00/kg. Sementara harga beras paling murah Rp7.500,00/kg," katanya.

Sulteng pada 2014 ini menargetkan pencapaian produksi beras di daerah itu sebanyak 1,120 juta ton dan realisasi hingga Juni 2014 (angka ramalan I) sudah mencapai 1.063 juta ton.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026