
Pertamina: Kehadiran Pertashop di Palu bantu ketahanan energi

Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mengharapkan kehadiran program pertashop sebagai lembaga penyalur skala kecil di Kota Palu dapat membantu menjaga kehandalan dan ketahanan energi bahan bakar minyak (BBM) berkualitas di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.
"Program pertashop pertama dibuka di Palu, dan kehadiran program ini lebih memudahkan masyarakat memperoleh BBM," kata Sales Area Manager Pertamina Sulawesi Tengah dan Barat (Sultengbar) Arwin Agustri Nugraha saat meresmikan pengoperasian pertashop, di Palu, Jumat.
Pertashop pertama di Kota Palu dengan nomor 7P.94201, terletak di Jalan Munif Rahman, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi.
Dia menjelaskan lembaga penyalur skala kecil ini dikhususkan untuk penjualan produk Pertamina seperti elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram dan BBM non subsidi, termasuk penjualan pelumas kendaraan berkualitas.
Ia menambahkan lokasi penempatan outlet pertashop disesuaikan dengan jarak stasiun pengisian nahan bakar umum (SPBU) terdekat agar akses masyarakat lebih mudah terjangkau, dan tidak mempengaruhi penjualan di SPBU konvensional.
"Suplai BBM ke outlet lembaga penyalur resmi pertashop ini diambil dari fuel terminal atau terminal BBM (TBBM) Donggala," ujar Nugraha.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengemukakan hadirnya outlet pertashop ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional.
"Ketersediaan energi ini tidak berhenti hanya di SPBU tapi hingga menyasar pelosok wilayah pedesaan," ujarnya.
Ia menjelaskan lembaga penyalur BbM skala kecil ini menjual 'one stop solution' produk Pertamina, seperti Pertamax untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.
Ia memaparkan pengembangan outlet pertashop merupakan upaya menghadirkan energi dengan standar kualitas dan kehandalan pasokan yang terjamin karena disuplai langsung oleh Terminal BBM Pertamina, sehingga aspek keamanan dan standar pelayanan sesuai standar.
"Kehadiran pertashop di Palu merupakan hasil dari kemitraan program bersama Bank BRI melalui fasilitas kedit usaha rakyat (KUR)," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Pertamina juga sedang melakukan penjajakan dengan pola yang sama ke Bank Himbara yang sebelumnya diusung dalam sosialisasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Di mana fasilitas KUR diharapkan bisa mempermudah calon mitra memperoleh permodalan sebagai wujud sinergi BUMN untuk mempercepat pemerataan energi berkualitas di Tanah Air," ujarnya.
Laode mengatakan Pertamina selalu berupaya dinamis, sehingga tidak terpaku pada satu objek penjualan, dan ini adalah salah satu pengembangan model usaha.
Oleh karena itu, kata dia, peluang untuk membangun outlet pertashop kini terbuka untuk umum, dengan syarat yang mudah yakni syarat administrasi dan kriteria lokasi.
"Pemilihan lokasi, diutamakan belum terdapat lembaga penyalur resmi, misalnya SPBU. Lalu, akses jalan yang dapat dilalui mobil tangki Pertamina," ujarnya.
Pertamina menawarkan tiga jenis tipe usaha pertashop yakni Gold, Platinium dan Diamond, yang perbedaannya ditentukan dari luas lahan calon mitra.
Pewarta : Moh Ridwan
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
