Logo Header Antaranews Sulteng

BPS sebut cabai dan beras dominasi perubahan harga di wilayah bencana

Senin, 9 Februari 2026 13:43 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menunjukan stok beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah kabupaten/kota terdampak bencana di wilayah Sumatera pada minggu pertama Februari 2026 didominasi oleh perubahan harga komoditas pangan, terutama cabai dan beras.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan di Provinsi Aceh, kenaikan IPH di Kota Langsa sebesar 3,68 persen, terutama dipicu oleh naiknya harga beras, daging sapi dan cabai rawit. Sementara itu Kabupaten Aceh Selatan mencatat peningkatan IPH sebesar 2,33 persen yang didorong oleh komoditas cabai merah dan gula pasir.

"Di Kota Langsa ini didukung oleh peningkatan atau andilnya yang cukup besar, yaitu beras 1,1 persen, daging sapi, dan juga sama cabai rawit. Nah di Kota Kabupaten Aceh Selatan ini meningkat IPH-nya 2,33 persen terutama cabai merah dan gula pasir," ujar Ateng di Jakarta, Senin.

Ateng menyebut kenaikan IPH juga terjadi di Kabupaten Aceh Singkil sebesar 1,73 persen akibat naiknya harga cabai merah, tempe, serta susu bubuk untuk balita.

Namun, tidak seluruh wilayah bencana di Aceh mengalami kenaikan harga. Kabupaten Nagan Raya mencatat penurunan IPH sebesar 0,25 persen yang disumbang oleh turunnya harga cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.

Di Provinsi Sumatera Utara, cabai merah dan beras menjadi komoditas utama penyumbang kenaikan IPH Kota Tebing Tinggi yang mencapai 2,58 persen. Kabupaten Asahan juga mencatat kenaikan IPH sebesar 2,02 persen yang didorong oleh kenaikan harga cabai merah dan beras.

Sebaliknya, penurunan harga sejumlah komoditas pangan menekan IPH di beberapa wilayah bencana di Sumatera Utara. Kabupaten Serdang Bedagai mencatat penurunan IPH sebesar 0,05 persen, akibat turunnya harga cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras.

Penurunan paling dalam terjadi di Kabupaten Nias sebesar 3,60 persen, dipicu oleh turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Selanjutnya, di Provinsi Sumatera Barat, kenaikan IPH di Kota Padang Panjang sebesar 3,47 persen juga dipengaruhi oleh naiknya harga cabai merah dan daging ayam ras, serta pisang. Kabupaten Lima Puluh Kota mencatat kenaikan IPH sebesar 1,8 persen dengan pendorong utama komoditas pangan.

Sementara itu, penurunan harga cabai merah dan cabai rawit menekan IPH di Kota Payakumbuh hingga 3,09 persen. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan yang mencatat penurunan IPH sebesar 2,52 persen.

"Di samping itu, di (Kabupaten) Pesisir Selatan juga daging ayam ras mengalami penurunan dan juga bawang merah," jelasnya.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026