
Morut peringkat ketiga terendah tingkat kemiskinan se-Sulteng

Morut, Sulteng (ANTARA) - Kabupaten Morowali Utara menunjukkan tingkat kesejahteraan yang terus membaik dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dari angka kemiskinan yang terus menurun.
Meski baru berusia menjelang 13 tahun, Morut terus mengalami kemajuan, terutama jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten yang tergolong tua.
Hal tersebut terungkap pada Rapat Pengentasan Kemiskinan tingkat Kabupaten Morowali Utara yang dibuka Bupati Morut Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Jumat (27/2/2026).
Rapat tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka kemiskinan di Kabupaten Morowali Utara.
Dalam pemaparannya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali, Gladius Alfonsus, SST, menguraikan berdasarkan angka-angka statistik yang ada pertumbuhan ekonomi di Morut cukup signifikan.
Pertumbuhan ekonomi di Morut pada triwulan I tahun 2025 tumbuh sebesar 26,61 persen, jauh diatas pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang sebesar 8,69 persen.
"Pencapaian ini menjadikan Morowali Utara sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se Sulawesi Tengah," jelas Kepala BPS Morowali.
Selanjutnya, persentase penduduk miskin Morut pada Maret 2025 sebesar 10,38 persen, turun 1,57 persen dari Maret 2024.
Persentase penduduk miskin Morut tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di angka 10,92 persen.
Angka kemiskinan Morut tahun 2025 (10,38) tersebut satu tingkat lebih baik dibanding keadaan Maret 2024 (10,95).
Menurut Gladius, angka kemiskinan 10,38 tersebut menempati peringkat ketiga terendah se Sulawesi Tengah, atau setelah Kota Palu dan Banggai.
Sedangkan angka kemiskinan tertinggi ditempati Tojo Una-una (24,67) dan Donggala (14,66).
Dalam sambutannya saat membuka rapat tersebut, Bupati Morut Delis Julkarson Hehi mengemukakan pengentasan kemiskinan di Morut merupakan bagian utama dari visi besar mewujudkan masyarakat Morut yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS).
Pembangunan infrastruktur, peningkatan kwalitas pendidikan, program kesehatan gratis serta berbagai program lainnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menekan tingkat kemiskinan.
"Keberhasilan berbagai program bisa kita banggakan, tapi kalau kita tidak bisa mengatasi kemiskinan, semuanya itu sia-sia karena kita tidak bisa mengangkat derajat orang-orang susah, dan orang-orang miskin yang ada di wilayah kita," tegas Bupati Delis.
Membantu dan mensejahterakan orang susah, lanjutnya lagi, merupakan ladang amal ibadah dan sebuah pengabdian yang luar biasa bagi kita dibandingkan prestasi-prestasi yang lain.
Rapat kordinasi tersebut turut dihadiri Sekda Morut Ir. Musda Guntur, Wakapolres Morut Kompol Anton Hasan Mohamad, yang mewakili Kodim 1311 Morowali, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas/Badan, Camat dan para Kepala Desa se Kabupaten Morowali Utara.
Pewarta : Andriy Karantiti
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
