Logo Header Antaranews Sulteng

JCH asal Parimo harus solid selama di Makkah

Senin, 11 Mei 2026 19:22 WIB
Image Print
Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah diberangkatkan menuju asrama haji transit Palu sebelum jadwal penerbangan ke Arab Saudi, Senin (11/5/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) Abdul Sahid mengingatkan jamaah calon haji (JCH) berasal dari daerah itu harus tetap solid, terutama selama melaksanakan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi pada musim haji 2026.

"Ibadah haji bukan sekadar menunaikan rukun Islam, tetapi juga membangun suasana kekeluargaan sesama jamaah guna mempererat silaturahmi," kata dia saat melepas JCH daerah setempat di Parigi, Sulawesi Tengah, Senin.

Menurut data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), jumlah anggota JCH berasal dari Parigi Moutong 100 orang, terdiri atas 38 laki-laki dan 62 perempuan.

Para calon haji itu, sebelum berangkat ke Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur menuju Tanah Suci terlebih dahulu menginap di Asrama Haji Transit Palu.

Dalam proses perjalanan ibadah, ia meminta jamaah mematuhi aturan dan arahan pendamping haji supaya semua tertib untuk mencapai kekhusyukan ibadah.

"Jangan mengabaikan instruksi petugas di lapangan, kalau ada kendala segera komunikasikan dengan pendamping. Tugas mereka jelas, memberikan arahan dan membimbing jamaah selama proses ibadah mulai dari keberangkatan hingga pulang ke tanah air," ujarnya.

Ia juga mengajak JCH mengutamakan kesehatan fisik maupun mental, karena stamina yang prima dapat membantu memuluskan setiap rangkaian ibadah yang dijalani.

"Tidak semua jamaah memiliki daya tahan tubuh yang sama maka manfaatkan tenaga medis untuk berkonsultasi," kata Sahid.

Kepala Kantor Kemenhaj Parigi Moutong Subhan Lalu mengharapkan mereka manfaatkan kesempatan ibadah haji sebagai sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperbaiki kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebagaimana visi utama penyelenggaraan haji 2026, yakni haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia, katanya, merupakan hal pokok yang wajib dipahami serta dihidupkan seluruh petugas haji.

"Kami berharap seluruh jamaah asal Parigi Moutong setelah kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur, karena tidak semua umat Muslim diberi kesempatan menunaikan rukun Islam. Bagi mereka diberi kesempatan oleh Allah SWT jangan sia-siakan momentum ini," kata dia.




Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026