Logo Header Antaranews Sulteng

Jalan Trans Sulawesi Ke Morowali Rusak Parah

Kamis, 28 Mei 2015 15:28 WIB
Image Print
Sejumlah sopir dan kenek truk menunggui truk yang patah as di jalan Trans Sulawesi ruas Tomata-Beteleme, Kamis (28/5) menyebabkan ratusan truk di belakang dan depan truk nahas ini harus terhenti perjalanannya. (AntaraSulteng/Rolex Malaha)

Poso, Sulteng, (antarasulteng.com) - Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara di ruas Tomata-Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, kini semakin parah setelah musim hujan akibat semakin padatnya kendaraan bermuatan berat melintas di jalur tersebut.

Wartawan Antara yang melintas di jalur jalan negara itu, Kamis pagi, menyaksikan arus lalu lintas nyaris putus total di antara Desa Kolaka dan Wawopada, Kabupaten Morowali Utara, karena sebuah truk 10 roda mengalami kerusakan berat setelah melintas di jalan berlubang-lu bang besar itu.

"Mobil ini patah AS," kata seorang awak truk yang penuh muatan sembako asal Makassar, Sulsel, yang akan dibawa ke Kabupaten Morowali dan Morowali Utara itu.

Truk tersebut terhenti di tengah jalan menyebabkan kendaraan-kendaraan besar seperti truk, bus dan mobil box tidak bisa melintas karena jalan nyaris tertutup total oleh truk besar itu yang bisa melintas hanya mobil-mobil minibus.

Puluhan truk dari dua arah tampak menumpuk di jalur jalan yang lebarnya hanya sekitar enam meter tersebut. Sampai berita ini dibuat di Poso, truk rusak itu belum berhasil dievakuasi, karena masih menunggu alat baru dari Poso.

Masyarakat Morowali dan Morowali Utara sudah cukup lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut, khususnya ruas Tomata-Beteleme (56 km) yang kondisi kerusakannya semakin parah. Jalanan tersebut penuh lubang menganga yang berubah menjadi seperti kubangan kerbau pada musim hujan dan penghasil debu di musim panas.

"Musibah kerusakan truk seperti itu sudah biasa terjadi di jalur ini Pak, karena muatan kendaraan cukup berat sementara jalannya berlubang-lubang," ujar Amir, seorang pengemudi mobil angkutan umum sewaan (rental) yang setiap hari melintas di jalan itu.

Ia berharap Pemerintah segera membantu memperbaiki jalan tersebut karena jalur ini semakin penting sebab menjadi urat nadi perekonomian di Kabupaten Morowali Utara dan Morowali. Dua kabupaten ini merupakan kawasan investasi sektor pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit dan karet terbesar di Sulawesi Tengah.

Bupati Morowali Utara Abdul Haris Renggah yang dihubungi lewat telepon selulernya mengakui semakin parahnya kondisi jalan negara ke Morowali dan Morowali Utara tersebut, namun mulai tahun ini sudah akan ada peningkatan.

"Dana APBN sekitar Rp500 miliar sudah disetujui untuk dikucurkan guna meningkatkan badan jalan dan jembatan di poros Tomata-Beteleme mulai 2015 dan diproyeksikan selesai Rp2018. Prosesnya sekarang dalam tahap tender proyek," ujarnya. (skd)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026