
Pertamina Geothermal Akan Percepat Proyek MP3EI

Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy akan mempercepat proyek-proyek yang masuk dalam koridor Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.
Dirut PGE Slamet Riadhy di Jakarta mengatakan, pihaknya akan mempercepat target proyek pengembangan panas bumi sebesar 2.000 MW dari sebelumnya 2020 menjadi 2017.
"Kami makin optimis dengan perbaikan harga jual," katanya.
Pemerintah menaikkan harga jual listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga panas bumi dari sebelumnya ditetapkan maksimal 9,7 sen dolar AS menjadi bervariasi 10-17 sen dolar.
Harga baru panas bumi itu akan dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM.
Aturan tersebut merevisi Permen ESDM No 2 Tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) Melakukan Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik oleh PLN dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.
Sesuai permen lama, pemerintah mewajibkan PLN membeli listrik dari panas bumi dengan harga maksimal 9,7 sen dolar per kWh.
Slamet mengatakan, pihaknya akan melaksanakan proyek-proyek yang masuk koridor MP3EI dengan sebaik-baiknya.
Menurut dia, pada 2012, PGE akan menyelesaikan proyek panas bumi di Ulubelu, Lampung, berkapasitas 2x55 MW.
PLTP Ulubelu Unit 1 akan masuk secara komersial ke sistem kelistrikan pada Agustus 2012 dan Unit 2 pada Oktober 2012.
Lalu, pada 2014, proyek PGE yang beroperasi adalah Karaha Unit 1 30 MW, Kamojang Unit 5 30 MW, dan Ulubelu Unit 3 55 MW.
"Dengan demikian, pada 2014, total kapasitas panas bumi PGE menjadi 517 MW," katanya.
Saat ini, kapasitas terpasang pembangkit PGE sebesar 292 MW.
PGE memperkirakan kebutuhan dana sampai tahun 2014 mencapai sekitar satu miliar dolar AS dan empat miliar dolar AS hingga 2017.
Selain dana sendiri, sumber pembiayaan tersebut juga berasal dari penerusaan pinjaman (sub loan) pemerintah seperti Bank Dunia, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Bank Pembangunan Asia (ADB).
Sementara, kapasitas terpasang panas bumi nasional sebesar 1.226 MW.Padahal potensi panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 20.083 MW. (K007)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
