Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Bisa Minta Bantuan BNPB Atasi Kebakaran

Rabu, 21 Oktober 2015 17:23 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)
Kami memungkinkan untuk minta bantuan pihak BNPB jika memang titik kebakaran hutan semakin parah

Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah Bartholomeus Tandigala mengatakan bisa meminta bantuan BNPB jika dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran hutan di daerah.

"Kami memungkinkan untuk minta bantuan pihak BNPB jika memang titik kebakaran hutan semakin parah," katanya di Palu, Rabu.

Ia mengatakan BNPB siap membantu daerah-daerah yang mengalami kasus kebakaran hutan yang besar.

BPBD Sulteng terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki titik kebakaran hutan untuk mengetahui lokasi-lokasi kebakaran sehingga bisa dilakukan langkah-langkah pemadaman.

Laporan dari Pemkab dibutuhkan agar pihak BPBD Provinsi bisa mengambil langkah selanjutnya guna mencegah agar kebakaran hutan tidak semakin meluas.Laporan dari daerah akan disampaikan kepada BNPB.

"Jika memang butuh BNPB untuk ikut mengatasi kebakaran hutan di Sulteng, kita bisa minta," katanya.

Dan BNPB siap membantu untuk melakukan pemadaman bersama, khususnya pada lokasi-lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Tentu dengan menggunakan pesawat seperti yang dilakukan di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Ia kembali menagaskan siap untuk melayangkan surat kepada BNPB, jika titik api semakin meluas.

Hingga kini masih ada titik api di Sulteng yang belum padam.

Kebakaran hutan bukan saja menjadi perhatian serius pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat karena dampaknya besar terhadap berbagai sektor mulai dari transportasi udara hingga kesehatan manusia.

Kerugian bukan hanya meterial, tetapi juga sudah banyak menelan korban jiwa, terutama anak-anak terserang ISPA dan gangguan paru-paru.

Akibat kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Sulteng, hari ini wilayah Kota Palu kembali diselimuti kabut asap tebal.

"Coba bapak lihat betapa pekatnya kabut asap sehingga bukit dan gunung-gunung di Lembah Palu tidak lagi terlihat," kata dia.

Kondisi itu berbahaya bagi kesematan transportasi udara dari dan ke Palu, katanya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026