
Riau jadi model terbaik perwakafan nasional

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Ketua Badan Wakaf Indonesia Mohammad Nuh, menilai Provinsi Riau bisa menjadi model terbaik perwakafan nasional tanah dan uang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Selamat dan terima kasih Kepada Bank Indonesia dan Gububernur Riau atas ikhtiarnya yang luar biasa dalam membangun mesin kesejahteraan melalui perwakafan," kata Muhammad Nuh. Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh, pada acara pencanangan Gerakan Sadar Wakaf dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2021 secara virtual yang dipusatkan di Pekanbaru, Riau, Jumat.
Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh, menyatakan bersyukur karena masyarakat Riau dan Indonesia dipertautkan dengan perwakafan.
"Dengan wakaf, bisa meningkatkan kesejahteraan, dakwah dan kemartabatan serta terhindar dari peminta-minta, miskin dan gelandangan di alam barzakh," katanya.
Muhammad Nuh mengungkapkan, peluang mendigdayakan perwakafan nasional dari sumber populasi umat sangat besar atau tercatat 87 persen. Populasi usia produktif atau milenial trrcata sebanyak 70 persen dari total populasi penduduk Indonesia.
Berdasarkan data yang dipaparkan Muhammad Nuh tanda era baru kebangkitan perwakafan nasional, tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf, yakni tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf.
Tumbuhnya generasi (muda) terdidik yang menjadi penggerak perwakafan. Kaya-miskin, tua-muda (millennial), mahasiswa-akademisi, perorangan institusi, masyarakat- pejabat, profesional dan CEO Perusahaan
Harta Wakaf, semakin beragam, tanah, uang (khususnya), saham, intellectual property right dan lainnya sehingga lebih fleksible dalam menunaikan maupun mengelolanya. Untuk akod digital ecosystem menjadikan transaksi menjadi sangat mudah, transparan dan akuntabilitas terjaga.
Berikutnya nadzir dimana kesadaran tentang pentingnya profesionalitas, kompetensi, kreatifitas nilai-nilai waqaf pemerinta yang baik dalam mengelola harta wakaf untuk membangun kepercayaan publik.
Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan harta wakaf, lebih mudah, efisien dan produktif menyadari pentingnya membangun ekosistem perwakafan nasional tersedianya instrument pengelolaan wakaf (uang): CWLS (SWR 02) .
Sementara, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, mayoritas masyarakat di Riau dan propinsi lainnya di Sumatera umumnya adalah muslim, sehingga ekonomi dan keuangan syariah berpotensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.
"Kami juga sudah beberapa kali melakukan Gerakan Riau Berwakaf. Untuk Riau Berwakaf terakhir 3 Agustus, saya diinformasikan oleh Kepala BI Riau alhamdulilah terkumpul dana wakaf sebesar Rp614,9 milyar dari 5.146 wakif (pezakat). Di mana sekitar 4.000 orang di antaranya merupakan anak-anak milenial yang berwakaf uang secara digital," ujar Gubernur Riau.
Gubernur Riau Syamsuar berharap gerakan sadar wakaf dalam pembangunan ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dan penyelenggaraan sumatera berwakaf 2021 ini menjadi momentum strategis untuk pengembangan ekonomi Islam dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional.
"Secara garis besar wakaf merupakan salah satu instrumen dalan ekonomi syariah sekaligus sebagai sumber dana yang potensial dalam pembangunan ekonomi umat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan," kata Syamsuar.
Pewarta : Frislidia
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
