Logo Header Antaranews Sulteng

Masyarakat Parigi Panen Raya Kedelai

Selasa, 15 Desember 2015 16:21 WIB
Image Print
Panen kedelai di Balinggi (Antarasulteng.com/Humas Parimo)
Bupati berharap semua lahan tidur bisa dikelola menjadi areal persawahan untuk program pajala.

Parigi (antarasulteng.com) - Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Murni Sari, Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, berhasil memanen puluhan ton kedelai yang ditanam pada areal 296 hektare.

Panen tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Parimo, Drs H Aman Salufo, Senin.

Selain panen kedelai, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan temu lapang petani di Kabupaten Parimo.

Ketua Gapoktan Murni Sari I Made Mardana mengatakan meski tanaman kedelai yang dipanen itu terbilang melimpah, namun dia tetap berharap kepada pemerintah kabupaten dapat memperhatikan masalah harga kedelai di pasaran yang terlapau kecil.

Saat ini harga kedelai hanya Rp7.000/kg. Harga ini juga tidak stabil.

"Kami petani di Desa Lebagu telah melaksanakan program pajala khususnya tanaman kedelai. Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan program pajala ini dengan memberikan bantuan agar harga kedelai bisa lebih tinggi," pintanya.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Parimo Ir Mohammad Idrus MSi juga berharap kedelai rakyat dapat diberi dengan harga yang layak.

Terkait harga tersebut, kata Idrus, sebenarnya sudah dikomunikasin kepada pemerintah pusat, tinggal bagaimana menyesuaikan dan meningkatkan jumlah produksi yang besar dan kontinyu.

"Pola tanam kedelai ke depan harus dapat diatur dengan baik sehingga nilai panen itu dapat meningkat," kata Idrus

Bupati Parimo dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi kepada Gapoktan Murni Sari atas upayanya meningkatkan produksi kedelai dan berharap agar produksi ini bisa ditingkat lagi tahun depan.

Menurutnya dia, salah satu target utama pembangunan pertanian 2015-2017 peningkatan produksi kedelai untuk mengurangi ketergantungan pada kedele impor.

Kabupaten Parimo pada 2014 memeliki areal persawahan seluas 32.818 ha. Luas sawah yang ditanami kedelai berjumlah 836 ha dengan jumlah produksi 1.505 ton.

Bupati berharap semua lahan tidur bisa dikelola menjadi areal persawahan untuk program pajala.

Bupati mengimbau kepada para penyuluh selalu proaktif melakukan pendampingan kepada petani (Zaenal/Humas Pemkab Parimo)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026