Logo Header Antaranews Sulteng

Napi di Lapas Perempuan Palu dapat binaan rohani melalui Maulid Nabi

Kamis, 11 November 2021 18:42 WIB
Image Print
Penampilan kesenian Kelompok Samrah dari Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Kamis 11/11. ANTARA/HO/ (Nendra)

Kota Palu (ANTARA) - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu kembali mendapat bimbingan kerohanian melalui perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1143 H, yang digelar di aula Lapas Perempuan Palu, Desa Maku, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat Suci Al-Qur'an dari dua orang warga binaan dan dilanjutkan dengan laporan Kepala Lapas Perempuan Palu Nur Mustafida.

“Acara ini kita harapkan punya tujuan untuk mempertebal keimanan para warga binaan dalam menjalani masa hukuman,” tutur Nur Mustafida, Kamis.

Menurut Nur, kegiatan ini juga menjadi salah satu program pembinaan kerohanian di mana warga binaan dilibatkan dan diikutkan dalam kegiatan-kegiatan kerohanian maupun perayaan agama lainnya.

"Acara ini sebagai salah satu program pembinaan kerohanian bagi WBP, semoga tauladan nabi Muhammad dapat menjadi dicontoh seluruh kita yang hadir," ungkap Nur Mustafida.

Sementara itu, menurut Lut, sebagai salah seorang warga binaan yang menjadi pembaca ayat suci Al-Qur'an dalam kegiatan tersebut, mengatakan, kegiatan kerohanian di Lapas Perempuan perlu ditingkatkan lagi.

Selain pada perayaan keagamaan, pihak Lapas Perempuan Palu perlu membuat kegiatan lain yang melibatkan lebih banyak warga binaan. “Seperti kegiatan ini, saya dilibatkan untuk membaca ayat Suci Al-Qur’an,” tuturnya.

Bagi Lut, kegiatan kerohanian tidak hanya menambah keimanan sebagai umat muslim, namun juga membangkitkan semangat para narapidana selama menjalani masa hukuman di dalam Lapas Perempuan Palu.

"Sangat bagus kegiatan, apalagi bisa turut andil dalam kegiatan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Menambah semangat saya," sebut Lut.

Menurutnya, selama menjalani masa hukuman di Lapas Perempuan Palu, ia mendapatkan banyak pembinaan, baik itu kerohanian, kemandirian, maupun pembinaan lainnya.

"Sangat senang, saya anggap ini sebagai pesantren untuk saya, bukan seperti penjara," tuturnya.

Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Perempuan Palu ini juga dirangkaikan dengan tausiah agama, tentang kisah tauladan d Rasulullah yang dibawakan oleh Ustad Ali Hasan Aljufri. Selain itu, penampilan kesenian sejumlah warga binaan juga ikut memeriahkan kegiatan di Lapas Perempuan Kelas III Palu.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026