Logo Header Antaranews Sulteng

Sulteng Targetkan Beli Beras Petani 40.000 Ton

Selasa, 5 Januari 2016 04:57 WIB
Image Print
Ilustrasi: kegiatan bongkar beras impor di pelabuhan (ANTARANews)

Palu, (antarasulteng.com) - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah menargetkan membeli beras petani sebanyak 40.000 ton pada 2016 untuk memenuhi kebutuhan penyaluran di daerah itu.

"Kami berharap realisasi pembelian beras di Sulteng tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulteng Maruf di Palu, Senin.

Ia menjelaskan target yang ditetapkan Bulog tersebut sama dengan sebelumnya.

Pada 2015, Bulog Sulteng menargetkan pembelian 40.000 ton, tetapi hanya terealisasi sekitar 26.000 ton.

Menurut dia, penyebab utama tidak tereasisasi target karena harga beras di tingkat produsen cukup tinggi sehingga Bulog dan mitra di lapangan sulit bersaing dengan para pedagang pengumpul yang tidak hanya dari daerah ini, tetapi datang dari berbagai daerah tetangga seperti Manado dan Gorontalo.

Bahkan, kata dia, pedagang dari Jawa juga datang membeli beras di Sulteng untuk dijual di daerah mereka.

Namun demikian, kata Maruf jika harga beras masih tetap diatas harga pembelian pemerintah (HPP), kemungkinan besar sulit bagi Bulog untuk membeli beras produksi petani lokal.

"Ya mudah-mudahan saja harga beras 2016 di tingkat petani turun sehingga Bulog bisa bersaing membeli beras petani," harap Maruf.

Menghadapi masa paceklik tiga bulan ke depan (Januari-Maret 2016), Bulog Sulteng telah mengantisipasinya dengan mendatangkan beras dari luar daerah.

Sejak akhir Desember 2015, Bulog Sulteng telah meminta pasokan beras dari Jatim dan Sulsel sekitar 6.000 ton.

Namun, kata dia, yang sudah masuk ke gudang Bulog saat ini baru sekitar 4.500 ton. Sebanyak 4.000 ton di Palu dan 500 ton di Poso.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026