Logo Header Antaranews Sulteng

Bea Cukai dukung kegiatan ekspor nikel di Morowali

Selasa, 8 Februari 2022 14:11 WIB
Image Print
Ilustrasi- Seorang pekerja memperlihatkan bijih nikel. (REUTERS/Yusuf Ahmad)

Palu (ANTARA) -

Kantor Bea Cukai mendukung kegiatan ekspor nikel dilakukan perusahaan tambang PT Huayue Nickel Cobalt di daerah pertambangan Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu bisnis memberikan kontribusi.
"PT Huayue Nikel Cobalt baru melakukan ekspor ke China pada Selasa (8/2) dengan produksi berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)," kata Kepala Bea Cukai Morowali Rubiyantara dihubungi dari Palu, Rabu.
Menurutnya, ekspor 9200 ton MHP ke luar negeri salah satu kegiatan yang dapat memberikan keuntungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Dalam catatan Bea Cukai setempat, perusahaan tersebut melakukan kegiatan ekspor tergolong dalam perusahaan yang cepat dalam melakukan proses bisnis di bidang pertambangan.
"Ini menjadi salah satu bukti bahwa Bea Cukai Morowali memberikan pelayanan dan asistensi industri yang sportif kepada seluruh perusahaan. Tentunya dengan kegiatan bisnis ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pertambangan," ujar Rubiyantara.
Ia memaparkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia melalui pihaknya memberikan fasilitas fiskal kepada PT Huayue Nickel Cobalt dengan lewat surat keputusan nomor 180/PABEAN/PMA/2019 yang diharapkan dapat mendorong perusahaan berkembang lebih cepat.
Di sisi lain, katanya, perusahaan tersebut juga berkontribusi menyumbang penerimaan negara sebesar Rp79,5 miliar dalam kurun waktu tiga tahun terakhir atau sejak 2019 hingga 2021 berupa bea masuk.
Diharapkan, perusahaan pertambangan lainnya juga dapat melakukan hal sama dalam rangka membatu memajukan daerah dan negara.
Ia menambahkan, 2021 Bea Cukai Morowali mampu meraih penerimaan negara di angka Rp617 miliar yang didominasi dari kegiatan importasi pertambangan berupa bea masuk dan melampaui target dibebankan senilai Rp209 miliar.
"Kehadiran industri pertambangan di Morowali sangat berpengaruh terhadap penerimaan di sektor kepabeanan, karena 80 persen penerimaan di Sulawesi Bagian Utara yang menjadi kewenangan pengawasan kami berasal dari Morowali," ujar Rubiyantara.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026