Logo Header Antaranews Sulteng

MTQ XXVI Sulteng Libatkan Hakim Nasional

Kamis, 18 Februari 2016 20:44 WIB
Image Print
Ilustrasi--Seorang peserta MTQ. (antara)

Palu, (antarasulteng.com) - Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXVI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan dihelat di Kabupaten Parigi Moutong mulai 9 Maret 2016 akan melibatkan tiga hakim nasional.

Mereka adalah Prof. Said Agil Munawarah selaku koordinator, Dr. Yusnar hakim dicabang Tilawah, Dr. Ramlah Hidayat hakim di cabang Qira`ah Sabah," kata Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur`an (LPTQ) Sulteng H. Nasrudin L. Midu di Palu, Kamis.

Pelibatan hakim nasional itu, katanya, sudah disampaikan kepada panitia daerah dalam rapat beberapa waktu lalu, karena untuk tiga cabang tersebut, Sulteng masih sangat kurang hakim yang berkompeten.

"Jadi saat ini kami sedang melakukan proses perampungan komposisi dewan hakim yang akan bertugas nanti" ujarnya.

Dikatakannya, perekrutan dewan hakim, LPTQ sangat selektif. Syaratnya yang pertama adalah hakim senior yang sudah mengkituti pemetaan dan kompetensi. Kedua, dewan hakim yang sebelumnya telah digunakan LPTQ provinsi. Hanya saja, LPTQ tetap akan melakukan penilaian berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya.

"Misalnya, dari segi fisik yang sudah lemah akan kita evaluasi karena bagaimana pun dewan hakim ini harus kuat fisiknya, misalnya pendengaran supaya mereka bisa obyektif dalam melakukan penilaian," terangnya.

Meski pun demikian, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng itu menyampaikan bahwa prosentase keterwakilan hakim dari kabupaten/kota juga tetap dilaksanakan, karena itu sudah dilakukan dalam pelaksanaan MTQ selama ini.

Sementara itu salah seorang tokoh Agama Islam Sulteng KH. Zainal Abidin meminta dewan juri yang diberikan kepercayaan bertugas pada MTQ tingkat Sulteng 2016, untuk bersikap netral dan profsional dalam menjalankan tugasnya.

"Kiranya dewan juri memperlihatkan netralitasnya tanpa memihak kepada peserta dari utusan tertentu yang bertanding di masing-masing nomor lomba," katanya.

Ketua MUI Kota Palu itu menekankan pelaksanaan MTQ merupakan ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan sesama muslim. Selain itu, ajang tersebut juga bertujuan mengasah keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki oleh generasi muda di daerah Sulawesi Tengah.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026