
Penukaran Valuta Asing Jelang GMT Masih Sepi

Palu, (antarasulteng.com) - Penukaran mata uang asing dengan rupiah di Kota Palu jelang Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret mendatang masih terlihat sepi.
Pimpinan PT.Haji La Tunrung A.M.C cabang Palu, Andi Tendri di Palu, Sabtu, mengatakan suasana penukaran uang empat hari sebelum GMT masih seperti hari-hari biasa dan didominasi mata uang dolar AS.
Ia tidak memberikan informasi berapa jumlah rupiah yang ditukarkan setiap harinya, namun pihaknya dapat melayani berapa pun jumlah mata uang asing yang akan ditukaran komsumen nantinya.
"Perusahaan kami sudah melakukan penukaran uang sejak 1959 dengan 28 mata uang," ujarnya.
Menurut Tendri pihaknya masih melakukan penukaran uang asing secara tradisional yakni konsumen datang ke kantor melakukan penukaran uang dan langsung dilayani.
"Kami buka pukul delapan pagi sampai delapan malam dengan alamat Jalan Danau Poso, Kecamatan Palu Barat," katanya.
Sementara itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Palu Purjoko menyarankan perusahaan atau bank yang melayani jasa penukaran uang memberikan kemudahan kepada warga asing yang akan datang mengamati GMT.
Misalnya, membuka loket layanan penukaran uang di tempat-tempat strategis seperti bandar udara atau lokasi-lokasi pengamatan GMT yang akan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Bank Indonesia sendiri, katanya, akan mengerahkan mobil kas keliling yang dimiliki untuk melayani penukaran uang kecil dalam rupiah sehingga memudahkan masyarakat untu berbelanja.
Di Kota Palu baru satu perusahaan yakni PT. Latunrung yang menyediakan jasa penukaran valutas asing serta satu-dua bank BUMN seperti Bank BRI.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng Sitti Norma Mardjanu mengemukakan sedikitnya 5.000 pengunjung asing akan datang ke Sulteng terkait GMT.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
