
Petani Korban Kebakaran Minta Bantuan Bibit Cengkih

Khususnya di Kecamatan Damsol, warga di sana minta supaya pemerintah memprogramkan pengadaan bibit cengkih unggul untuk menggantikan pohon cengkih mereka yang terbakar waktu el-nino
Palu, (antarasulteng.om) - Petani cengkih di Kabupaten Donggala dan Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang menjadi korban kebakaran akibat kemarau pada 2015 meminta bantuan ke pemerintah daerah setempat agar memberikan bibit untuk mengganti pohon yang ludes terbakar.
"Khususnya di Kecamatan Damsol, warga di sana minta supaya pemerintah memprogramkan pengadaan bibit cengkih unggul untuk menggantikan pohon cengkih mereka yang terbakar waktu el-nino," kata Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Rusli Dg Palabbi di Palu, Kamis, menanggapi hasil kunjungan kerja dalam daerah baru-baru ini.
Saat cuaca panas yang menghantam daerah ini pada September 2015 telah terjadi bencana kebakaran di sejumlah desa di Damsol seperti Desa Sabang, Talaga, Sioyong dan Desa Rerang.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan ribuan pohon cengkeh milik petani setempat habis terbakar.
"Sekarang petani kita mau bangkit lagi. Mereka mau menanam kembali tetapi mereka tidak punya bibit unggul," katanya.
Dia mengatakan, di wilayah Kecamatan Dampelas merupakan daerah yang terluas wilayahnya di Kabupaten Donggala. Wilayah tersebut dalam lima tahun terakhir giat menanam tanaman produktif jangka panjang seperti cengkeh, pala dan kelapa dalam.
Namun akibat kekeringan mengakibatkan tanaman mereka terbakar beserta sebagian hutan di wilayah itu.
Kebakatan yang sama juga melanda kabupaten penghasil cengkih terbesar di Sulawesi Tengah, yakni Tolitoli. Pada September 2015 sekitar 50 hektare kebun cengkih milik petani di tiga desa di Kecamatan Ogodeide juga lude terbakar.
"Petani di sana juga minta pengadaan bibit cengkih. Kasihan mereka sulit mendapatkan bibit unggul," kata anggota DPRD Sulawesi Tengah dari daerah pemilihan Tolitoli Buol Hasan Patongai.
Hasan mengatakan Tolitoli sebagai daerah penghasil cengkih mestinya terus dipertahankan bahkan ditingkat produksi dan produktivitasnya.
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
