Logo Header Antaranews Sulteng

OJK Akan Kukuhkan TPKAD Sulteng

Selasa, 24 Mei 2016 21:02 WIB
Image Print
OJK (antara) (a)

Makassar, (antarasulteng.com) - Otoritas Jasa Keuangan akan mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Juni 2016 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Palu.

"Selain meresmikan Kantor OJK di Palu, Ketua OJK juga akan mengukuhkan TPAKD dan ada beberapa agenda lainnya," kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah M Syukri A Yunus di Palu, Selasa.

Dia mengatakan TPAKD tersebut diharapkan akan membantu masyarakat dalam mengakses bank mengingat masih banyak keterbatasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan produk perbankan khususnya kredit.

Syukri mengatakan salah satu masalah yang dihadapi dalam jasa keuangan perbankan adalah adanya jaminan atau agunan khususnya untuk kredit.

"Masalahnya harus ada jaminan. Ini juga amanat undang-undang," kata Syukri.

Posisi OJK dalam TPAKD tersebut adalah sekretaris karena terkait dengan pekerjaan teknis.

Dia mengatakan masyarakat yang mengenal industri atau literasi keuangan hanya 21,8 persen, sementara yang bertransaksi atau menggunakan produk bank hanya 15 persen.

"Jadi masih sangat rendah," katanya.

Syukri mengatakan dengan adanya Undang-Undang Nomor 1/2016 tentang Penjaminan diharapkan akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan jasa produk bank karena sudah ada lembaga penjamin.

Salah satu lembaga penjamin kredit saat ini adalah Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia), salah satu badan usaha milik negara.

Inilah kata Syukri yang harus didorong sehingga lembaga penjamin keuangan daerah juga bisa terbangun yakni Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida).

"Kita berharap dengan adanya lembaga penjamin nantinya masyarakat tidak ada masalah lagi," katanya.

Sebelumnya Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menargetkan jaminan kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada 2016 mencapai Rp115 triliun.

Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Bakti Prasetyo di Palu, belum lama ini mengatakan hingga 15 April 2016 realisasi jaminan kredit melalui bank sudah mencapai Rp38 triliun.

"Kalau melihat demografi Indonesia kebanyakan penyaluran kredit UMKM oleh bank itu di Indonesia bagian barat," kata Bakti.

Bakti mengatakan Jamkrindo dalam beberapa tahun terakhir berkembang cepat baik dari sisi aset maupun likuiditas.

"Aset kita sudah Rp12 triliun dengan kemampuan jaminan mencapai Rp500 triliun," katanya.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026