Logo Header Antaranews Sulteng

Aji Palu-Gubernur Bahas Profesionalisme Jurnalis

Jumat, 23 September 2016 05:59 WIB
Image Print
AJI (antaranews)
Saya berharap ke depannya AJI Palu dapat bekerjasama dengan Pemprov Sulteng...

Palu, (antarasulteng.com) - Pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Kamis, melaksanakan kunjungan kerja kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dalam rangkaian sosialisasi profesionalisme jurnalis.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang kerja gubernur, Kamis, AJI Palu datang bersama rombongan dan Project Manager Program Development and Peace (DnP). Sementara Gubernur Sulteng didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra, Bunga Elim Somba.

Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal mengatakan kunjungan yang dilakukan merupakan bagian dari sosialiasi program DnP, kerjasama antara AJI Indonesia, AJI Palu dan pemerintah Kanada.

"Saat ini AJI Palu sedang menggalakan program profesionalisme jurnalis," ungkapnya.

Iqbal mengakui dalam setahun terakhir, sejumlah kasus kekerasan terjadi kepada jurnalis yang sedang melakukan kerja-kerja profesi mereka. Namun bagi Iqbal, kasus tersebut tidak hanya diakibatkan oleh pemberitaan yang mungkin menggangu kepentingan individu atau kelompok, tetapi ada juga disebabkan oleh pemberitaan yang tidak berimbang.

Selain itu kata Iqbal, pihaknya juga berkeinginan memperkenalkan kepada para pemangku kepentingan tentang kerja-kerja jurnalis. Sehingga pandangan umum yang mengatakan jurnalis yang bekerja tidak profesional tidak semuanya benar.

"Tidak semua jurnalis yang tidak benar, karena masih ada jurnalis yang bekerja secara profesional sesuai dengan kode etik yang telah ditetapkan," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan mantan Ketua AJI Palu, Amran Amier yang ikut dalam kunjungan mengaku bahwa banyak kekerasan yang terjadi di lapangan karena jurnalis tidak patuh pada kode etik serta tidak profesional dalam menulis.

Sehingga dengan kunjugan ini dan program-program yang telah dilaksanakan, akan melatih teman-teman jurnalis untuk bekerja sesuai kode etik, namun tidak mematahkan daya kritis mereka, kata Amran.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola memberikan apresiasi atas kerja-kerja AJI yang terus melakukan upaya dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM), menuju profesionalisme dalam bekerja.

"Saya berharap ke depannya AJI Palu dapat bekerjasama dengan Pemprov Sulteng," kata Gubernur.

Menurut Gubernur, AJI Palu atau jurnalis lainnya mempunyai kewajiban untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah. Terkait adanya pandangan negatif masyarakat kepada wartawan, menurut Gubernur pandangan itu muncul karena sebagian wartawan yang bekerja masih belum profesional.

"Coba kalau teman-teman punya kapasitas dalam bekerja, maka pemerintah dan swasta bisa bersatu dan saling berbagi informasi," katanya.

Selain itu kata Gubernur, pihaknya sangat memahami kerja jurnalis yang salah satunya melakukan kritik sosial kepada pemerintah. Namun kata dia, kritikan tersebut jangan terkesan dibesar-besarkan.

"Alangkah bagusnya kalau kita saling berkomunikasi," ujarnya.

Gubernur juga memaklumi kalau pemberitaan saat ini, tidak terlepas dari intervensi kepentingan dalam industry media massa. Namun ia berharap, hal itu tidak dilakukan secara berlebihan. Karena kata dia, suatu saat masyarakat sebagai penerima informasi akan merasa jenuh, jika hal yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi yang nyata.

"Cukup yang disampaikan apa yang menjadi kepentingan publik, tidak perlu ada titip-titipan di dalamnya," ucap Gubernur.

(T.KR-FZI/B/F003/F003) 22-09-2016 21:02:55



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026