
AJI Palu soroti lemahnya jurnalisme berperspektif gender

Palu (ANTARA) -
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu menyoroti masih lemahnya penerapan jurnalisme berperspektif gender dalam sejumlah pemberitaan media di Sulawesi Tengah sepanjang 2025.
“Pers boleh memberitakan kasus kejahatan asusila, tetapi jangan sampai pemberitaan justru membuat korban mengalami kekerasan berlapis akibat opini negatif dibentuk media,” kata Koordinator Divisi Gender, Anak, dan Kaum Marginal AJI Kota Palu Nurhayati di Palu, Kamis.
Dia menjelaskan temuan AJI Kota Palu menunjukkan masih adanya media, yang mengabaikan etika jurnalistik dan berpotensi melanggengkan kekerasan terhadap korban.
Berdasarkan pemantauan AJI Kota Palu, setidaknya terdapat tiga media online dinilai tidak ramah gender dalam memberitakan kasus dugaan kekerasan asusila terhadap seorang mahasiswi di Kota Palu. Pemberitaan tersebut tidak mengedepankan perspektif korban, bahkan memicu stigma negatif akibat sudut pandang keliru.
Nurhayati menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam mengungkap kasus kejahatan, termasuk kekerasan seksual. Namun, kebebasan pers harus dijalankan secara bertanggung jawab.
Ia menekankan bahwa pemberitaan seharusnya berfokus pada fakta, keadilan, dan perlindungan korban, bukan mengejar sensasi merugikan pihak-pihak rentan.
Selain pemberitaan di media utama, AJI Kota Palu juga menemukan pelanggaran etika pada akun media sosial resmi salah satu media online. Akun tersebut menampilkan ilustrasi menggiring opini negatif serta menyebarkan video kekerasan melibatkan korban dan pelaku masih di bawah umur tanpa penyamaran wajah.
Akibatnya, pelaku masih berstatus anak justru menjadi sasaran kemarahan publik setelah video tersebut tersebar luas. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip perlindungan anak dan Kode Etik Jurnalistik.
Menurut Nurhayati, situasi tersebut, menunjukkan bahwa profesionalisme jurnalis, khususnya dalam peliputan isu gender, anak, dan kelompok rentan, masih menjadi tantangan besar di era digital dan media sosial.
Sebagai langkah pencegahan, AJI Kota Palu berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas jurnalis. Sepanjang 2025, AJI Kota Palu menggelar dua kali pelatihan liputan berperspektif gender, baik secara daring maupun luring, bekerja sama dengan UN Women dan AJI Indonesia.
Selain itu, AJI Kota Palu juga menyelenggarakan pelatihan terkait Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) bersama Srikandi KBGO Sulawesi Tengah, guna memperkuat pemahaman jurnalis dalam menghadapi tantangan pemberitaan di ruang digital.
AJI Kota Palu mengajak seluruh insan pers di Sulawesi Tengah untuk menjunjung tinggi profesionalisme, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta menghormati hak dan martabat korban dalam setiap produk jurnalistik.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
