Logo Header Antaranews Sulteng

BPBD Sigi Waspadai Bencana Alam

Rabu, 28 September 2016 07:04 WIB
Image Print
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (antaranews)
Kami siaga dan langsung bergerak ke lokasi jika terjadi bencana banjir dan longsor

Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sigi, Sulawesi Tengah, Resmin Rasse mengatakan pihaknya tetap mewaspadai bencana alam yang diakibatkan perubahan cuaca ekstrem di daerah itu.

"Kami siaga dan langsung bergerak ke lokasi jika terjadi bencana banjir dan longsor," katanya di Sigi, Selasa.

Ia mengatakan dalam beberapa hari ini dan ke depan,pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan dini mengenaiu cuaca ekstrem di beberapa wilayah Sulteng.

Salah satu wilayah yang berpotensi besar dilanda cuaca ektrem adalah Kabupaten Sigi.

Ada beberapa kecamatan di Kabupaten Sigi yang selama ini sering dilanda bencana banjir dan tanah longsor sehingga BPBD dan masyarakat tentu tetap waspada.

Dalam beberapa hari ini, kata Resmin, ada sejumlah titik longsor di Kabupaten Sigi yakni di Kecamatan Palolo dan Kulawi.

Ada dua poros jalan Palu-Kulawi dan Tongoa-Lebantongoa terjadi tanah longsor dan sempat mengakibatkan jalan tidak bisa dilewati kendaraan.

Seperti yang terjadi di ruas jalan antara Desa Tongoa dan Lebantongoa di Kecamatan Palolo, badan jalan tertimbun material longsor dan kini sementara diupayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi untuk memperbaiki sehingga arus lalulintas kembali berjalan lancar.

"Kasihan masyarakat yang ada di beberapa desa seperti Lembantongoa, Tokelemo dan Manggalapi tidak bisa keluar karena jalannya tertimbun longsor,"kata dia.

Mudah-mudahan saja dalam satu dua hari ke depan ini, badan jalan yang tertimbun longsor sudah bisa kembali dilewati kendaraan.

BMKG setempat beberapa hari ini telah mengelurkan peringatan dini soal cuaca di wilayah Sulteng yang cukup ekstrem sehingga perlu diwaspadai masyarakat.

Wilayah yang berpeluang besar dilanda cuaca ekstrem antara lain Poso, Morowali Utara, Morowali, Sigi, Banggai, Tolitoli, dan Donggala.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026