Logo Header Antaranews Sulteng

Dana bencana alam Sulteng Rp14 miliar

Sabtu, 15 Oktober 2016 19:56 WIB
Image Print
Ilustrasi--BPBD (antaranews)
Bartholomeus: dana dan sarana serta tenaga untuk menangani bencana di Sulteng memadai

Palu (antarasulteng.com) - Pemerintah pusat pada 2016 ini mengaloksikan dana untuk penanganan bencana alam di Sulawesi Tengah sebesar Rp14 miliar.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala menyebutkan, Sabtu, ada juga alokasi dana dari Pemerintah Provinsi Sulteng melalui APBD namun ia tidak merinci jumlahnya.

Ia mengatakan anggaran yang diplot pemerintah pusat maupun daerah untuk penanggulangan bencana alam di Sulteng sudah cukup memadai.

Sedangkan menyangkut sarana pendukung dan stok bahan pangan serta obat-obatan serta kesiapan tenaga untuk menangani bencana, juga cukup memadai.


"Kalau soal sarana pendukung, persediaan bahan makanan, obat-obatan, tenaga lapangan tidak ada masalah," kata dia.

BPBD Sulteng dan seluruh BPBD di kabupaten-kota telah didukung dengan sarana dan fasilitas pendukung sesuai dengan kondisi medan di daerah masing-masing.

Setiap BPBD kabupaten/kota di Sulteng juga memiliki tim reaksi cepat (TRC) dan Satuan Reaksi Cepat (SRC) yang sewaktu-waktu diterjunkan pertama kali ke lokasi bencana alam.

Jika terjadi bencana, TRC dan SRC langsung bergerak ke lokasi bencana dengan dilengkapi sarana dan peralatan yang memadai, katanya.

Selama ini, dalam penanggulangan bencana alam di Sulteng, BPBD dengan segala kekuatan personel maupun logistik tidak mengalami kesulitan dan tidak terlambat tiba di lokasi.

BPBD Sulteng saat ini telah memiliki kendaraan operasional khusus dapur umum, pengelolaan air bersih, perahu karet, perahu motor, mobil serba guna, mobil ambulans dan peralatan komunikasi yang memadai.

Sulteng merupakan daerah yang masuk rawan bencana baik banjir, tanah longsor dan juga gempa bumi.

Pengalaman selama ini, semua bencana alam yang terjadi di wilayah Sulteng dengan cepat dapat ditangani karena adanya koordinasi yang baik dari semua pihak terkait yang ada di kabupaten dan kota di provinsi ini.

Hal senada juga disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Resmin Rasse. Resmin mengatakan selama ini anggaran untuk bencana alam di daerah itu yang dialokasikan pemerintah cukup memadai.

Begitu pula halnya dengan ketersediaan bahan makanan, peralatan dapur dan rumah tangga lainnya serta obat-obatan dan personel, termasuk logistik yang dibutuhkan cukup mendukung.

"Kita selalu siaga bencana. Begitu terjadi bencana alam, kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan tindakan darurat membantu mengevakuasi korban dan juga mendristubusikan bantuan bahan makanan," kata dia.

Menghadapi musim hujan Oktober 2016, BPBD Sigi meningkatkan kewaspadaan dan siaga bencana karena sejumlah wilayah di daerah itu termasuk rawan bencana.

Wilayah di Sigi yang selama ini rawan bencana banjir dan longsor antara lain, Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, Lindu, Dolo, Marawola, Gumbasa, Palolo dan Nokilalaki.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026