
Menag akan buka Sidang Sinode ke-46 GKST

Organisasi GKST diresmikan 18 Oktober 1947 dan diakui Pemerintah RI dengan Akte No.23 tanggal 7 Oktober 1948.
Palu (antarasulteng.com) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan membuka Sidang Sinode ke-46 Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Kota Palu, 17-19 November 2017, sementara Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoni akan memberikan ceramah di depan 1.000-an peserta sidang tersebut.
"Kami sudah mendapat konfirmasi resmi soal kehadiran kedua menteri tersebut," kata Kepala Bidang Bimas Kristen Protestan Kanwil Kemenag Sulteng Drs Kaleb Toki'i, MSi yang dihubungi di Kota Palu, Selasa.
Menag Lukman Hakim Saifuddin, katanya, akan tiba di Kota Palu pada Kamis 17 November 2016 menggunakan pesawat Batik Air dan selanjutnya membuka Sidang Sinode GKST pada pukul 14.00 Wita di Hotel Mercure Palu.
Menag juga dijadwalkan mengunjungi Asrama Haji Kota Palu sebelum membuka Sidang Sinode GKST tersebut.
"Sebagai warga GKST, kami sangat bangga dan mengapresiasi kehadiran langsung Menag bapak Lukman Hakim Saifuddin dan Menkumham bapak Yasona Laoli. Ini merupakan wujud perhatian besar pemerintah kepada organisasi keagamaan Kristen terbesar di provinsi ini," kata Kaleb yang juga anggota Panitia Pengarah Sidang Sinode tersebut.
Kedua menteri ini, kata Kaleb, akan memberikan amanat dan pengarahan yang tentu akan menambah motivasi jajaran GKST untuk bekerja lebih keras dalam pembinaan umat.
Selain kedua menteri, sidang sinode ini juga akan dihadiri Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Henriette Tabita Lebang, M.Th yang juga akan memberikan pengarahan kepada para peserta.
Menurut Kaleb, acara terpenting dalam sidang sinode ini adalah memilih Ketua Sinode GKST dan menyusun program kerja empat tahun mendatang.
Sinode GKST yang berkantor pusat di Kota Tentena, tepian Danau Poso, Kabupaten Poso itu saat ini diketuai Pdt DR Yubelian Padele yang akan segera berakhir masa jabatannya.
Sidang Sinode GKST yang pertama kali dilaksanakan di luar Kota Tentena ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang berasal dari majelis pekerja sinode dan gembala-gembala sidang.
Sejarah singkat GKST
Cikal bakal Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) diawali dengan pemberitaan Injil pertama kali di daerah Tana Poso oleh Dr. Albert Christian Kruyt dari Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) pada 1893, kemudian disusul Dr. Nicolas Adriani dari Nederlandsch Bijbel Genooschap (NBG) pada 1892.
Buah dari pekerjaan Roh Kudus melalui perjuangan para Penginjil, maka pada Natal 1909 dilaksanakan pembaptisan pertama pada 25 Desember 1909 di Kasiguncu kepada Kepala Suku Pebato Papa I Wunte dan Ine I Maseka bersama seratusan pengikutnya.
Jemaat yang berkembang di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan kemudian membuat kesepakatan untuk menyatukan kebersamaan dalam bentuk sinode sehingga ditindak lanjuti dan diputuskan dalam Proto Sinode tanggal 15 -17 Oktober 1947 dan diresmikan pada tanggal 18 Oktober 1947 dengan nama Gereja Kristen Celebes Tengah.
Nama ini diakui keberadaannya oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan akte No.23 pada 7 Oktober 1948.
Dalam perkembangannya nama Gereja Kristen Celebes Tengah berubah menjadi Gereja Kristen Sulawesi Tengah dan disingkat GKST.
Ketua Umum Sinode GKST pertama adalah Pdt.Dr. E. Dijkhuis. Sejak awal penetapan sampai saat ini GKST telah dipimpin sepuluh ketua umum yakni Dr. E. Dijkhuis, Pdt. F. Lumentut, Pdt. J. Melaha, Pdt. JP. Lagarense, Pdt. Agustina Lumentut, Pdt. Langkamuda, Pdt. A. Rampalodji, Pdt. Rinaldy Damanik, Pdt. Ishak Pole dan Pdt. Yuberlian Padele.
Sampai saat ini GKST telah memiliki 26 Klasis terdiri atas 396 jemaat dan 18 kelompok kebaktian dan pelayanannya meliputi Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Pewarta : Anas Massa
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
