Logo Header Antaranews Sulteng

Bulog Sulteng Tidak Datangkan Beras Luar Daerah

Kamis, 2 Februari 2017 12:30 WIB
Image Print
Ilustrasi (antaranews)
Kami tahun ini mencoba mandiri dalam hal pemenuhan pangan untuk kebutuhan penyaluran rastra (dahulu raskin, red.) dan bencana alam

Palu, (antarasulteng.com) - Bulog Sulawesi Tengah bertekad pada 2017 tidak mendatangkan beras dari luar daerah itu seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya, tetapi bakal mengupayakan hasil pengadaan lokal.

"Kami tahun ini mencoba mandiri dalam hal pemenuhan pangan untuk kebutuhan penyaluran rastra (dahulu raskin, red.) dan bencana alam," kata Kepala Divre Bulog Sulawesi Tengah Supriyanto di Palu, Kamis.

Pihaknya akan mengoptimalkan pengadaan beras dari petani setempat untuk setiap musim panen agar target bisa tercapai 100 persen.

Pengadaan beras lokal akan digenjot dengan mengomptimalkan pembelian hasil panen petani di seluruh sentra produksi di Sulteng.

Pada 2017, Bulog Sulteng menargetkan pembelian beras petani lokal 35.000 ton. Pihaknya optimistis target tersebut terpenuhi.

"Kami sudah melihat beberapa sentra produksi yang akan menjadi pusat pembelian Bulog pada panen pertama diperkirakan berlangsung Maret dan April 2017," kata dia.

Lumbung beras Parigi Moutong, Donggala, dan Sigi, kata Supriyanto, pertumbuhan tanaman padi sawah terlihat cukup bagus.

Hal itu, katanya, tentu diharapkan hasil panennya juga akan meningkat, sedangkan Bulog siap membeli langsung ke petani dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejauh ini, Bulog masih mengacu kepada harga pembelian pemerintah (HPP), baik beras maupun gabah.

Khusus di Sulteng, petani belum terbiasa menjual gabah. Petani Sulteng menjual panenan mereka dalam bentuk beras, baik kepada Bulog maupun pedagang antarpulau dan pedagang lokal.

HPP beras yang menjadi standar Bulog membeli beras petani Rp7.300/kg.

Supryanto optimistis bahwa pihaknya mampu bersaing dengan pedagang dalam membeli beras petani, meski harga pembelian pedagang jauh lebih tinggi daripada Bulog.

Pedagang membeli beras petani berkisar Rp8.000an/kg.



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026