
500 Pekerja Ikuti Dialog Sosial Hari Buruh

Peranan serikat pekerja sangat strategis dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang kondusif dan mendorong peningkatan investasi
Palu, (antarasulteng.com) - Sekitar 500 orang pekerja di Sulawesi Tengah menghadiri dialog sosial organisasi serikat pekerja/serikat buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017 di Kota Palu, Senin.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah itu diikuti enam serikat pekerja dan konfederasi yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Korwil Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Korwil SBSI).
Kemudian Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia (FSPNI), Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (Gasbindo) dan Front Nasional Pembela Buruh Indonesia (FNPBI).
Ketua panitia pelaksana Safrudin menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut sebagai upaya menyamakan persepsi kepada seluruh organisasi serikat pekerja/serikat buruh, untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, kondusif dan dinamis.
Sementara itu Kepala Dinas Nakertrans Sulteng Abdul Razak menyampaikan dialog kali ini dilaksanakan dalam bentuk kekeluargaan, karena pembangunan di bidang ketenagakerjaan merupakan bagian integral dari salah satu yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar tahun 1945.
"Hal itu sejalan dengan visi pemerintah yakni mewujudkan masyarakat Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing," katanya.
Razak menjelaskan bahwa pembinaan kepada serikat pekerja/serikat buruh di perusahaan sangat penting dan strategis dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan berkeadilan.
Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya serta memantapkan keberlangsungan usaha.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh merupakan salah satu organisasi tenaga kerja di perusahaan yang wajib dibentuk dan tidak dapat dihalang-halangi.
"Peranan serikat pekerja sangat strategis dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang kondusif dan mendorong peningkatan investasi," ujarnya.
Namun semua pihak diharapkan tidak menutup mata tentang tantangan dan masalah yang dialami oleh serikat pekerja, kalangan pengusaha dan pemerintah atau tripartit yang perlu ditangani secara terpadu.
Dalam dialog tersebut Disnakertrans Sulteng menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya BPJS Kesehatan cabang Palu, BPJS Ketenagakerjaan cabang Palu dan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah. (skd)
Pewarta : Fauzi
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
