Logo Header Antaranews Sulteng

DPRD: Poso Perlu Penanganan Khusus

Rabu, 17 Oktober 2012 13:51 WIB
Image Print
ilustrasi (antara)
Kalau begini situasinya, Poso itu perlu penanganan khusus dari aparat keamanan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan," kata Ridwan Yalidjama di Palu, Rabu.

Palu - Wakil Ketua Komisi I (pemerintahan dan keamanan) DPRD Sulawesi Tengah Ridwan Yalidjama menilai, Kabupaten Poso perlu penangan khusus dari aparat keamanan mengingat kondisi keamanan di daerah itu dalam sebulan terakhir tidak kondusif.

"Kalau begini situasinya, Poso itu perlu penanganan khusus dari aparat keamanan. Kewaspadaan perlu ditingkatkan," kata Ridwan Yalidjama di Palu, Rabu.

Politisi Golkar yang memegang sejumlah jabatan di organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan itu mengatakan, pascapenembakan misterius yang menimpa warga sipil dan tewasnya dua polisi menunjukkan masih ada oknum yang ingin Poso rusuh lagi.

"Kita tidak tahu kelompok seperti apa itu, yang jelas ada sekelompok orang yang tidak ingin Poso aman," katanya.

Ridwan menilai, pembunuhan terhadap dua polisi di Poso bukan target akhir dari kelompok pengacau keamanan tersebut.

Dia mengatakan, seluruh kekuatan polisi perlu dikerahkan untuk mencari pelaku kekerasan di daerah bekas konflik berbau agama tersebut.

"Polisi tidak boleh berhenti. Pelakunya harus didapat, karena ini meresahkan masyarakat yang sudah hidup rukun di sana," katanya.

Ridwan mengatakan, dirinya mendukung jika polisi menambah personil di Poso agar pelaku segera ditemukan.

Dia mengatakan, pemerintah daerah perlu mendukung langkah-langkah kepolisian dalam pengungkapan dan penyelesaian kasus Poso tersebut.

Menurut Ridwan, diduga pelaku kekerasan bersenjata di Poso melibatkan banyak orang, sebab membunuh dua anggota polisi yang sudah terlatih tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu orang.

"Sudah pasti melibatkan banyak orang. Karena ini banyak orang tidak mungkin pelakunya tidak didapat," katanya.

Ridwan menyarankan, polisi juga harus mengembangkan cara pengungkapan kasus ini dengan melibatkan tokoh masyarakat khususnya tokoh yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Artinya kekuatan nonformal juga harus diperkuat supaya tidak menggangu aktivitas masyarakat," katanya.

Dia mengatakan, penempatan aparat kepolisian diutamakan di daerah sunyi agar rasa aman masyarakat dalam beraktivitas merasa terlindungi.

"Libatkan unsur lain agar tidak mencolok. Semacam operasi senyap," katanya.

Ridwan mengatakan, jika pelaku kekerasan tidak ditemukan bisa menimbulkan preseden buruk terhadap aparat kepolisian dan meresahkan warga.

"Tapi kita tidak perlu khawatir agar masyarakat juga tidak khawatir," katanya.

Menurut Ridwan, kekerasan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal di Poso merupakan sindikat biadab yang tidak boleh dibiarkan terus terjadi. (A055)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026